Profil Empat Pesepak Bola Wanita Naturalisasi yang Telah Disetujui DPR
Profil Empat Pesepak Bola Wanita Naturalisasi yang Telah Disetujui DPR
JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah memberikan persetujuan resmi terhadap permohonan naturalisasi empat pemain sepak bola wanita yang memiliki keturunan Indonesia. Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna Ke-19 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/5/2025).
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, yang memimpin rapat tersebut, menyatakan bahwa Komisi X dan Komisi III telah sepakat untuk memberikan kewarganegaraan Indonesia kepada empat pemain berdarah Belanda dengan garis keturunan Indonesia.
“Mengenai hal ini, kami meminta persetujuan dalam rapat paripurna hari ini,” tanya Adies, yang dijawab serempak oleh peserta rapat dengan kata, “Setuju!”

Keputusan ini merupakan tindakan lanjutan dari Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat serta Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang diadakan sehari sebelumnya. Pada rapat tersebut, keempat pemain turut hadir secara virtual.
Berikut ini adalah profil singkat dari keempat pemain yang akan memperkuat timnas sepak bola wanita Indonesia:
1. Felicia Victoria de Zeeuw

Felicia dilahirkan di Delft, Belanda, pada 19 Januari 2006. Pemain berusia 19 tahun ini berposisi sebagai gelandang serang dan saat ini bermain untuk klub ADO Den Haag. Ia juga bisa berperan sebagai gelandang tengah dan gelandang bertahan.
Felicia memiliki keturunan Indonesia dari pihak ibu, di mana neneknya, Felixia Adelle Kuhuwael, berasal dari Jakarta. Karier sepak bolanya dimulai pada usia 10 tahun di klub DSVP Pijnacker sebelum akhirnya bergabung dengan ADO Den Haag pada tahun 2020. Kariernya terus berkembang hingga kini masuk tim senior yang berlaga di kasta tertinggi Liga Belanda.
2. Iris Joska de Rouw

Penjaga gawang yang lahir di Rotterdam pada 21 April 2005 ini kini berusia 20 tahun dan bermain untuk klub Sparta Rotterdam. Iris memiliki keturunan Indonesia dari nenek pihak ibunya, Christina Salomonson, yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur.
