politik

CIA Mengalami Krisis dalam Merekrut Informan dan Mata-mata Global

CIA Mengalami Krisis dalam Merekrut Informan dan Mata-mata Global

WASHINGTON – CIA saat ini menghadapi tantangan besar dalam proses perekrutan informan asing dan memerlukan lebih banyak agen mata-mata. Informasi ini dilaporkan oleh BERITA88 mengutip pernyataan dari beberapa pejabat intelijen, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun.

Salah satu masalah utama yang ditekankan oleh sumber-sumber tersebut adalah meningkatnya sistem pengawasan publik di seluruh dunia serta kemajuan teknologi pengenalan wajah, yang membuat para agen semakin sulit untuk menghindari deteksi.

Wakil Direktur CIA, Michael Ellis, mengakui tantangan ini dalam wawancara publik terkini. Dia menyatakan bahwa, “Walaupun beberapa alat dan teknik dari era 1960-an atau 70-an mungkin masih relevan, banyak yang memerlukan pembaruan dan penyegaran.”

Menurut laporan BERITA88, pejabat lain juga menyoroti kemunduran di masa lampau, termasuk perekrutan agresif terhadap pejabat China oleh lembaga tersebut pada awal tahun 2000-an.

Pasukan keamanan di Beijing kemudian berhasil membongkar jaringan tersebut, dengan laporan bahwa mereka memenjarakan dan mengeksekusi hingga dua lusin aset CIA.