Kecerdasan Buatan Diduga Memicu Peningkatan Pengangguran di Amerika Serikat
Kecerdasan Buatan Diduga Memicu Peningkatan Pengangguran di Amerika Serikat
NEW YORK – Kecerdasan buatan (AI) berpotensi menghapus hingga 50% dari seluruh pekerjaan profesional tingkat awal, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan kerah putih, sehingga dapat meningkatkan tingkat pengangguran di Amerika Serikat hingga 10-20% dalam kurun waktu satu hingga lima tahun ke depan.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyampaikan bahwa sektor-sektor seperti teknologi, keuangan, hukum, konsultasi, dan berbagai pekerjaan profesional lainnya, khususnya pada posisi entry-level, berada dalam risiko tinggi akibat gangguan yang disebabkan oleh AI.
Amodei menghimbau kepada pemerintah AS dan industri teknologi untuk tidak meremehkan besarnya dampak dari disrupsi ini. “Sebagai pengembang teknologi ini, kita memiliki tanggung jawab untuk bersikap transparan mengenai apa yang mungkin terjadi. Saya kira masyarakat umum belum sepenuhnya memahami hal ini,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Selain meramalkan perubahan ini, Amodei juga sedang mengembangkan alat yang dapat memanfaatkan situasi tersebut. Agen AI dari perusahaannya, Claude, menjadi salah satu sistem terdepan yang muncul dalam perkembangan AI saat ini.
Model Claude 3.5 Sonnet memiliki kemampuan untuk menggerakkan kursor dan berinteraksi dengan antarmuka komputer, sebagaimana diungkapkan oleh perusahaan tersebut pada bulan Oktober.
