AS Menggerakkan Kapal Induk Nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan, China Tunjukkan Ketidaksenangan
AS Menggerakkan Kapal Induk Nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan, China Tunjukkan Ketidaksenangan
JAKARTA – Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan kembali kapal induk bertenaga nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan yang menjadi area sengketa. Kedatangan USS Nimitz beserta persenjataannya tersebut memicu reaksi keras dari pihak China.
Dalam sebuah publikasi mengenai pengerahan ini, Departemen Pertahanan AS membagikan foto-foto jet tempur EA-18G Growler dari Skuadron Tempur 139 (VAQ-139) yang terbang di atas kapal, menyatakan “BRINGING THE HEAT!” serta menekankan bahwa USS Nimitz siap memproyeksikan kekuatan dan menunjukkan potensi mematikan di kawasan tersebut.
Angkatan Laut AS menegaskan bahwa kehadiran USS Nimitz dan kelompok penyerangnya memberikan kehadiran yang terlihat dan siap tempur di Pasifik Barat untuk meyakinkan sekutu dan menegakkan hukum maritim internasional.
Komentar dari Juru Bicara Armada Ketujuh
Seorang juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS yang berpusat di Jepang menyampaikan kepada UK Defence Journal bahwa kehadiran kapal ini menunjukkan komitmen Amerika terhadap kebebasan navigasi dan stabilitas di kawasan. Ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat tindakan China yang semakin agresif di Laut China Selatan.
China terus mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan berdasarkan peta historisnya yang dikenal sebagai “nine-dash line (sembilan garis putus-putus)”, meskipun ada klaim yang saling bersinggungan dari beberapa negara Asia Tenggara.
Putusan pengadilan internasional pada tahun 2016 menyatakan bahwa klaim Beijing tidak memiliki dasar hukum. Meski begitu, China tetap mengabaikan putusan tersebut.
Pembangunan militer China di pulau-pulau yang disengketakan, termasuk landasan pacu dan sistem radar, menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara tetangga dan komunitas internasional.
