Berita

Panduan Penting Wukuf di Arafah untuk Jemaah Haji

Jemaah Haji Perlu Tahu! Panduan Wukuf di Arafah

Pelaksanaan ibadah haji masih terus berlangsung dengan Wukuf di Arafah sebagai puncaknya. Memahami tata cara Wukuf di Arafah ini sangat penting bagi para jemaah haji, sebab Wukuf termasuk rukun haji yang harus dilaksanakan. Jika wukuf tidak dilakukan, ibadah haji akan dianggap tidak sah.

Wukuf adalah kegiatan berdiam di Padang Arafah. Kegiatan ini perlu dilakukan meski hanya sebentar dan bisa dilakukan dalam keadaan apa pun, baik dalam keadaan bangun atau tidur, duduk atau berdiri, serta diam atau bergerak.

Menurut buku ‘Tuntunan Lengkap Rukun Islam Doa’ oleh Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, waktu wukuf di Arafah berlangsung dari tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Bila seseorang memulai wukuf di siang hari, ia harus menyempurnakan wukufnya hingga matahari terbenam. Namun, jika wukuf dilakukan di malam hari, tidak ada kewajiban untuk memperpanjang wukufnya.

Jadi, bagaimana tata cara wukuf di Arafah? Dalam melaksanakan Wukuf di Arafah, tidak ada niat khusus, karena niat sudah termasuk dalam niat ihram haji. Namun, terdapat tata cara wukuf yang harus diikuti jemaah haji.

1. Hadir di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah saat matahari tergelincir atau sekitar pukul 12.00 siang.

2. Saat tiba di Padang Arafah, dianjurkan untuk membaca doa berikut:

Allahumma ilaika tawajjahtu wa bika’ tashamtu wa ‘alaika tawakkaltu. Allahummaj’alnii mimman tubaahii bihil yauma malaa-ikataka innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, aku menghadap hanya kepada-Mu, dengan-Mu aku berpegang teguh, dan kepada-Mu aku menyerah diri. Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang yang Engkau banggakan hari ini di hadapan malaikat-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

3. Lakukan salat Zuhur dan Ashar dengan cara dijamak takdim.

Apabila salat dilakukan berjamaah, imam disunnahkan memberikan khutbah wukuf, seruan, dan doa-doa yang dibaca saat wukuf.