Ayah Elon Musk Klaim Stres dan PTSD Picu Konflik dengan Trump
Ayah Elon Musk Klaim Stres dan PTSD Picu Konflik dengan Trump
WASHINGTON – Errol Musk, ayah dari Elon Musk, mengungkapkan bahwa ketegangan antara Elon Musk dan Trump dipicu oleh stres dan PTSD.
Ia menyebutkan kemungkinan Trump akan keluar sebagai pemenang dalam perselisihan mereka. Ketegangan tersebut meningkat setelah RUU belanja yang baru diajukan oleh Trump mendapat kritikan dari Elon sebagai langkah yang terlalu berlebihan.
Menurut Errol Musk, putranya melakukan serangan terhadap Donald Trump dikarenakan PTSD yang disebabkan oleh tekanan dari Gedung Putih, dan bahwa Elon melakukan kesalahan dengan menentang presiden AS tersebut, yang diperkirakan akan menang dalam perselisihan yang tidak menyenangkan itu. Pernyataan ini disampaikan oleh Musk Sr. di Moskow, di mana ia dijadwalkan untuk berbicara di sebuah forum yang diadakan oleh orang-orang terdekat Vladimir Putin.
Elon Musk, seorang miliarder di bidang teknologi, telah berselisih dengan pemimpin Partai Republik itu setelah memberikan kritik pada ‘RUU Besar dan Indah’ yang baru-baru ini diusulkan oleh pemerintahan Trump.
“Jadi mereka berdebat tentang [RUU] tersebut, dan karena mereka semua mengalami sedikit PTSD, atau gangguan stres pascatrauma selama beberapa bulan terakhir, mereka mulai saling menyerang,” ujar Errol, seperti yang dilaporkan oleh BERITA88.
