Penelitian: Sepertiga Wanita Jepang Berusia 18 Tahun Diprediksi Tidak Akan Memiliki Anak
Penelitian: Sepertiga Wanita Jepang Berusia 18 Tahun Diprediksi Tidak Akan Memiliki Anak
JAKARTA – Studi terbaru menunjukkan bahwa sekitar sepertiga wanita berusia 18 tahun di Jepang diperkirakan mungkin tidak akan memiliki anak sepanjang hidup mereka. Temuan ini mencerminkan semakin parahnya krisis demografi di Jepang, yang telah mengalami penurunan angka kelahiran selama lebih dari empat dekade.
Laporan dari Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial (IPSS) mengungkapkan bahwa sekitar 33,4 persen wanita Jepang yang lahir pada tahun 2005 kemungkinan besar tidak akan memiliki anak sepanjang hidup mereka. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap penurunan populasi yang berkelanjutan di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia.
IPSS membuat proyeksi ini dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia rata-rata pernikahan dan pola kesuburan. Salah satu hal yang disorot adalah kecenderungan generasi muda di Jepang untuk menikah pada usia yang lebih tua atau bahkan memilih untuk tidak menikah.
Menurut Miho Iwasawa, Direktur Riset Dinamika Kependudukan IPSS, menikah di usia akhir 30-an umumnya berujung pada memiliki satu anak, atau tidak sama sekali. “Tren pernikahan yang tertunda jelas berkontribusi pada rendahnya angka kelahiran,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Jepang Beri Insentif Bagi Wanita Kota yang Mau Menikah dengan Pria Desa
Perdana Menteri Fumio Kishida menyadari pentingnya masalah ini. Pada bulan Juni lalu, ia mengumumkan kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, termasuk memberikan insentif lebih besar bagi keluarga dengan tiga anak atau lebih.
