Aturan Baru: Pria Wajib Berbaju, Wanita Pakai Burkini di Pantai Suriah
Aturan Baru: Pria Wajib Berbaju, Wanita Pakai Burkini di Pantai Suriah
DAMASKUS – Suriah memperkenalkan peraturan berpakaian konservatif pada hari Selasa, mengharuskan wanita mengenakan burkini atau pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh di pantai umum. Ini menandai perubahan terbaru dalam budaya setelah pemberontakan Islamis menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember lalu.
Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa panduan baru ini disusun berdasarkan “kepentingan publik.” Menteri Pariwisata, Mazen al-Salhani, menjelaskan dalam sebuah arahan yang dipublikasikan di media sosial bahwa “para pengunjung pantai dan kolam renang umum, baik wisatawan maupun penduduk lokal, diharuskan mengenakan pakaian renang yang sesuai dengan norma publik dan kepekaan masyarakat.”
Arahan tersebut menyebutkan bahwa “pakaian renang yang lebih sopan diwajibkan di pantai dan kolam renang umum, seperti burkini atau pakaian yang menutupi lebih banyak bagian tubuh.” Selain itu, wanita yang berpindah dari satu pantai ke pantai lain diwajibkan mengenakan penutup pantai atau jubah longgar di atas pakaian renang mereka.
Pria juga diwajibkan untuk mengenakan kemeja sesuai panduan baru, yang menyatakan bahwa “pakaian tanpa atasan tidak diizinkan di area umum di luar area renang, lobi hotel, dan area layanan makanan.”
