Sejarah

Jejak Susuktunggal, Pembuat Takhta bagi Raja Pajajaran

Jejak Susuktunggal, Pembuat Takhta bagi Raja Pajajaran

Nama Prabu Siliwangi erat terkait dengan sejarah Kerajaan Pajajaran di Tatar Sunda. Ia dikenal luas sebagai raja yang termasyhur, sakti, dan memiliki wibawa tinggi. Prabu Siliwangi, yang memiliki nama asli Sri Baduga Maharaja, diangkat setelah kepergian uwanya.

Namun, Prabu Siliwangi tidak mungkin dilantik sebagai raja tanpa adanya Palangka, singgasana khusus untuk upacara penobatan raja-raja Pajajaran. Singgasana yang terbuat dari batu ini dirancang oleh Prabu Susuktunggal. Palangka dianggap sebagai batu keramat di Pajajaran karena melambangkan pengangkatan raja.

Tokoh Susuktunggal dikenal sebagai pembuat batu Palangka, yang disebut tanah suci yang indah bagi raja utama. Palangka ini khusus digunakan dalam upacara pelantikan raja di Pakuan. Saat ini, singgasana tersebut dinamakan watu gigilang, yang berarti batu berkilau.

Ketika batu Palangka dibawa oleh Banten saat penaklukan Pajajaran, upacara penobatan raja baru di Pakuan tidak dapat dilakukan secara tradisi. Keraton Sang Bima, tempat tinggal dan pusat pemerintahan Prabu Siliwangi, sama dengan Sri Bima.