BRICS Semakin Vokal Menantang Dominasi AS dalam Tatanan Dunia
BRICS Semakin Vokal Menantang Dominasi AS dalam Tatanan Dunia
JAKARTA – S. Jaishankar, Menteri Luar Negeri India, menyampaikan bahwa suara-suara dari negara-negara BRICS+ semakin lantang mengkritik ketidakadilan yang ada dalam tatanan global. Ia juga menyebutkan adanya perasaan kuat dari Global South mengenai ketidakadilan dalam sistem internasional saat ini, yang memicu dorongan untuk perubahan.
“Ada perasaan yang sangat kuat di Global South tentang ketidakadilan dalam tatanan internasional, keinginan untuk mengubahnya, dan kami sangat terlibat dalam hal itu,” ungkap S. Jaishankar, sebagaimana diberitakan oleh AFP.
Baca Juga: 4 Negara ASEAN yang Resmi Gabung BRICS, Ini Daftar Terbaru
Menteri Luar Negeri India menambahkan bahwa penting bagi New Delhi untuk menunjukkan kehadirannya di KTT G7 di Kanada. “Kami telah menjalin hubungan dengan G7 selama bertahun-tahun, dan saya yakin ini membawa manfaat bagi G7,” tuturnya.
G7 adalah kelompok negara maju yang didirikan pada pertengahan tahun 1970-an, terdiri dari tujuh ekonomi terbesar dunia: Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Walaupun bukan anggota, India memiliki peran signifikan dalam G20, yang dibentuk pada tahun 1999.
Sementara itu, BRICS adalah organisasi antar pemerintah negara berkembang yang didirikan pada tahun 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China (awalnya dikenal sebagai BRIC). Setahun kemudian, Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, menjadikannya perwakilan yang signifikan dari Global South.
