Legislator Farah Puteri: Perlunya Regulasi Tunas untuk Keselamatan Anak di Dunia Digital
JAKARTA – Legislator Komisi I DPR Soroti Pentingnya PP Tunas
Farah Puteri Nahlia, anggota Komisi I DPR, mengekspresikan keprihatinan mendalam terhadap insiden dugaan sodomi yang menimpa seorang anak laki-laki berusia empat tahun oleh temannya yang berusia sembilan tahun di Bekasi. Sebagai politisi perempuan, Farah sangat memahami betapa pentingnya melindungi anak-anak di era digital saat ini.
Pemeriksaan awal mengungkap bahwa dugaan pelaku melakukan tindakan pencabulan karena terpapar konten pornografi dan pernah mengalami pelecehan seksual. Menurut Farah, kasus ini menjadi peringatan keras yang menunjukkan betapa mendesaknya penanganan serius terhadap kekerasan seksual pada anak-anak.
Selain itu, kasus ini menekankan pentingnya pendidikan yang menyeluruh tentang bahaya paparan konten pornografi di dunia digital, khususnya untuk anak-anak di bawah umur. Farah menegaskan bahwa ruang digital kini menjadi arena baru yang memerlukan perhatian khusus dalam usaha perlindungan anak.
Baca juga: Anak di Pusaran Dunia Digital, Siapa yang Menjaga?
Farah menyatakan, “Saya sangat menyayangkan dan turut prihatin mendengar berita dugaan kekerasan seksual yang menimpa anak kita di Bekasi. Ini adalah alarm keras bagi kita semua bahwa isu perlindungan anak, khususnya dari kekerasan seksual, harus menjadi prioritas utama.”
Farah menegaskan bahwa kasus ini merupakan gambaran nyata bagaimana paparan konten pornografi, yang kini mudah diakses melalui internet dan media sosial, dapat merusak moral dan perilaku anak-anak, bahkan hingga mengarah pada kekerasan seksual.
