Berita

Mengenal Pejuang Muslimah di Medan Perang pada Masa Rasulullah SAW

Mengenal Pejuang Muslimah di Medan Perang pada Masa Rasulullah SAW

Dalam perjalanan sejarah Islam, terdapat sejumlah Shahabiyah Nabi yang tercatat ikut serta dalam jihad di medan perang. Selain Laila Al-Ghifariyah radhiyallahu ‘anha (wafat 40 H), terdapat beberapa sahabat Nabi dari kalangan perempuan lainnya yang juga terlibat.

Menurut Kisah Anbiyaa, Imam at-Thabarani menyampaikan dari Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha, yang mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berangkat berjihad bersama sejumlah wanita dari kaum Anshar. Mereka memberikan minuman kepada yang sakit dan merawat orang-orang yang terluka.” (Majmauz-Zawa’id 5:324)

Berikut adalah Para Shahabiyah Nabi tersebut:

1. Ummu Sulaim

Imam Muslim dan Tirmidzi juga menyampaikan dari Anas bahwa Rasulullah SAW pernah berangkat berjihad bersama Ummu Sulaim dan beberapa wanita Anshar yang bertugas memberikan air dan merawat para pejuang yang terluka dalam perang.

2. Ar-Rabik binti Mu’awwidz

Menurut riwayat Imam Al-Bukhari dari Ar-Rabik binti Mu’awwidz, dia mengatakan: “Kami pernah mendampingi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam jihad, dan kami yang merawat luka-luka para pejuang serta membawa mereka yang gugur ke kemah kami.” Ia juga menambahkan: “Kami ikut berperang dengan Nabi, menyediakan minuman, memenuhi kebutuhan mereka, dan membawa mereka yang tewas atau terluka kembali ke Madinah.”

3. Ummu Athiyah Al Anshariyah

Imam Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ummu Athiyah Al-Anshariyah bahwa ia ikut serta dalam tujuh peperangan bersama Rasulullah. Dia menjaga tenda, menyiapkan makanan, merawat yang terluka, dan membantu orang tua yang tidak berdaya. (Al-Muntaqa)

4. Laila Al Ghifariyah

Imam at-Thabarani meriwayatkan dari Laila Al-Ghifariyah, yang mengatakan: “Aku ikut berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan merawat orang-orang yang terluka.” (Maima’uz-Zawa’id 5: 32, 4)