Transportasi

Sepuluh Kecelakaan Pesawat Paling Mematikan dalam 25 Tahun Terakhir, Termasuk Dua dari Malaysia

JAKARTA – Kecelakaan Pesawat Air India AI171 Menambah Sejarah Kelam Boeing

Insiden tragis pesawat Air India AI171 yang merenggut nyawa 269 orang pada pekan lalu kembali mencoreng reputasi Boeing. Peristiwa mengenaskan pada 12 Juni 2025 ini menjadi bab baru dalam rentetan kecelakaan mematikan yang dialami oleh produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut selama 25 tahun terakhir.

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad di India dan menabrak sebuah sekolah kedokteran. Semua 241 penumpang dan kru tewas, ditambah 28 korban di daratan. Ini adalah kecelakaan pertama yang melibatkan varian Dreamliner, model pesawat utama Boeing yang dikenal efisien dan modern.

Namun, sejarah Boeing tidak bisa lepas dari berbagai tragedi serupa. Hanya enam bulan sebelum insiden Air India AI171, pesawat Jeju Air dalam penerbangan domestik di Korea Selatan (Boeing 737-800) jatuh di Bandara Muan pada Desember 2024, menyebabkan 179 korban jiwa. Sebelumnya, pada Maret 2022, pesawat China Eastern Airlines (Boeing 737-800) mengalami nasib tragis yang sama dengan 132 korban.

Dua kecelakaan lainnya yang mendapatkan perhatian dunia melibatkan Boeing 737 Max 8. Pada Maret 2019, pesawat Ethiopian Airlines jatuh dan menewaskan 157 orang, diikuti insiden Lion Air di perairan Indonesia pada Oktober 2018 yang mengakibatkan 189 korban. Kedua peristiwa ini menyebabkan larangan global terhadap 737 Max 8 selama hampir dua tahun.

Tragedi paling misterius mungkin adalah hilangnya Malaysia Airlines MH370 (Boeing 777-200ER) pada 2014 dengan 239 penumpang. Kurang dari setahun kemudian, penerbangan saudaranya, MH17, ditembak jatuh di Ukraina, mengakibatkan 298 korban jiwa.

Di India, kecelakaan pesawat Boeing bukanlah hal yang baru. Pada tahun 2020, pesawat Air India Express tergelincir di landasan saat hujan deras, menewaskan 21 orang. Sementara itu, pada tahun 2010, penerbangan Air India di Mangalore mencatat 158 korban jiwa.

Selain kecelakaan fatal, Boeing sering kali dilaporkan mengalami insiden teknis seperti dekompresi kabin, kebakaran mesin, dan pendaratan darurat. Tekanan terhadap perusahaan semakin meningkat, terutama setelah investigasi menemukan adanya kelalaian dalam proses produksi dan sertifikasi.