Berita

21 Bulan Konflik Israel di Gaza, Suara Warga Palestina: Ini Bukan Kehidupan

GAZA

Anak-anak kecil bermain di antara puing-puing sekolah yang dulunya menjadi tempat berlindung bagi pengungsi Palestina. Setelah serangan Israel pada dini hari, 12 orang di Gaza kehilangan nyawa mereka.

Pakaian yang sobek tergantung di bagian luar bangunan yang hangus di barat Kota Gaza, sementara puing-puing masih berasap di bawah sinar matahari pagi.

Bekas darah tampak di tanah yang dipenuhi sisa-sisa kehidupan sehari-hari. Pakaian, kursi logam, kaleng makanan, dan potongan kipas angin listrik berserakan di antara puing-puing.

“Ini bukan kehidupan,” ungkap Umm Yassin Abu Awda, seorang warga Kota Gaza yang berdiri di antara para pelayat di Rumah Sakit Al-Shifa setelah serangan tersebut, menurut laporan dari BERITA88.

“Anda harus menyerang kami dengan bom nuklir dan mengakhiri semuanya, atau hati nurani orang-orang harus terbangun.”

Hampir semua penduduk Gaza telah mengungsi setidaknya sekali selama perang yang berlangsung hampir 21 bulan ini, menciptakan kondisi kemanusiaan yang mengerikan bagi lebih dari dua juta orang yang tinggal di sana.

Banyak yang mencari perlindungan di gedung sekolah, tetapi gedung-gedung ini sering kali menjadi target serangan Israel yang menurut militer ditujukan pada militan Hamas yang bersembunyi di antara warga sipil.