26 Buah Terbaik di Asia Tenggara, Manggis Indonesia Menjadi Nomor Satu
26 Buah Terbaik di Asia Tenggara, Manggis Indonesia Menjadi Nomor Satu
JAKARTA – BERITA88 mengumumkan daftar 26 buah terbaik di Asia Tenggara, dengan manggis asal Indonesia menempati peringkat pertama. Buah tropis yang memiliki rasa manis ini berhasil mengungguli buah-buah terkenal lainnya dari Malaysia, Filipina, dan Vietnam, sekaligus menegaskan kekayaan alam Indonesia di kancah kuliner regional.
Manggis, atau dikenal sebagai purple mangosteen, berasal dari wilayah Kepulauan Sunda yang sekarang mencakup Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Timor Leste. Buah ini dikenal berkat kulitnya yang tebal dengan warna ungu tua serta daging buahnya yang putih, lembut, dan manis dengan sedikit rasa asam yang menyegarkan.
Teksturnya yang berair dan lembut membuat manggis disukai di berbagai negara. Selain dinikmati langsung, buah ini juga sering dijadikan bahan campuran untuk puding, smoothie, teh, hingga es krim. Di Asia Tenggara, manggis menjadi favorit, khususnya di Vietnam yang merupakan salah satu pasar utamanya.
Menyusul di posisi kedua, pisang raja (Musa paradisiaca var. Raja) diakui sebagai salah satu pisang paling lezat di kawasan tersebut. Nama ‘raja’ mencerminkan keunggulannya, dengan cita rasa manis khas dan aroma lembut yang menggoda.
Pisang raja memiliki daging buah yang padat namun mudah meleleh di mulut, dengan rasa manis yang sering dibandingkan dengan aroma madu atau vanila. Buah ini menjadi favorit dalam hidangan lokal seperti pisang goreng, di mana tekstur dan rasa alaminya tetap terjaga meski melalui proses penggorengan.
Indonesia tidak hanya menyumbang dua buah di posisi teratas, tetapi juga menambahkan tiga buah lainnya dalam daftar buah terbaik di Asia Tenggara ini.
Jambu air berada di peringkat 12, dengan bentuk lonceng, kulit mengilap, dan daging buah yang renyah, berasal dari kawasan tropis Asia dan banyak ditemukan di Indonesia. Rasa manisnya cocok dinikmati segar atau sebagai bagian dari salad buah.
Kluwih berada di peringkat 14, merupakan kerabat sukun yang memiliki daging buah berserat dan biji yang dapat dimakan. Biasanya kluwih dimasak dalam sup atau kari, dan menjadi bahan penting dalam masakan tradisional Jawa.
