Berita

Tiga Karakteristik Rumah Ideal Menurut Syariat

Tiga Karakteristik Rumah Ideal Menurut Syariat

Terdapat karakteristik rumah yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Apa saja dan bagaimana karakteristik rumah terbaik menurut Syariat ini?

Bagi keluarga muslim, rumah seharusnya menjadi tempat yang penuh berkah. Bagi orang beriman, rumah harus memiliki banyak manfaat dan mendukung aktivitas yang diridhai Allah. Rumah sebagai tempat tinggal, istirahat, berkumpul, dan lainnya. Terlebih lagi bagi seorang muslim, rumah memiliki nilai tambah sebagai tempat berzikir.

Rumah seorang muslim hendaknya tidak kering dari nilai-nilai agama di dalamnya. Rumah keluarga Islam harus mencerminkan Al Qur’an. Jadikan rumah sebagai surga kecil di dunia.

Sayangnya, banyak rumah keluarga muslim yang masih jauh dari nilai-nilai agama. Pada masa sekarang, banyak rumah kaum muslimin yang sepanjang hari diisi dengan berbagai kemungkaran. Mulai dari pagi hari penghuninya tidak menjalankan salat, tidak membaca Al-Qur’an, siang hari musik diputar keras, sore hari dijadikan tempat bercampur antara laki-laki dan perempuan, dan malam harinya untuk begadang.

Padahal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar rumah dijadikan tempat untuk berzikir.

Rasulullah bersabda:

Perumpamaan rumah yang digunakan untuk zikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuk zikir, seperti orang hidup dengan orang yang mati. (HR. Muslim)

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perumpamaan antara dua tipe rumah. Tipe pertama adalah rumah yang menjadi tempat zikir, sedangkan tipe kedua tidak pernah menjadi tempat zikir, sehingga penghuni rumah pertama seperti orang hidup dan penghuni rumah kedua seperti orang mati.

Hal ini sejalan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat lain, beliau bersabda:

Perumpamaan orang yang ingat akan Rabb-nya dengan orang yang tidak ingat Rabb-nya seperti orang hidup dengan orang yang mati. (HR. Bukhari)

Kedua hadis di atas menunjukkan bahwa kondisi hidup dan mati seseorang sebenarnya ditentukan oleh keadaan hatinya. Jika hatinya berzikir mengingat Allah, maka ia adalah makhluk hidup. Namun, jika hatinya lalai dari mengingat Allah, maka ia adalah mayit meski tubuhnya masih hidup.

Oleh karena itu, Rasulullah memerintahkan lewat sabdanya agar setiap muslim menjadikan rumahnya sebagai tempat zikir. Tidak hanya dijadikan tempat tidur, makan, buang hajat, dan keperluan umum lainnya, tetapi juga harus ada fungsi ibadahnya.

Menjadikan rumah sebagai tempat zikir memiliki makna yang luas, tidak terbatas hanya pada ucapan zikir. Karena perbuatan taat kepada Allah secara umum termasuk bagian dari zikir. Setidaknya ada beberapa amalan yang dikategorikan sebagai amalan zikir yang bisa dilakukan di rumah.

1. Mendirikan Salat

Salat merupakan bagian dari zikir. Karena Allah Ta’ala berfirman:

Dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (QS. Tha-Ha: 14)

Saat seorang muslim mendirikan salat, sebenarnya ia sedang berzikir. Sehingga, saat seorang hamba mendirikan salat di rumah, ia telah menjadikan rumahnya sebagai tempat zikir. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat salat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan. (HR. Al Bukhari dan Muslim)