politik

3 Fakta Malta Akan Mengakui Palestina sebagai Negara Berdaulat

3 Fakta Malta Akan Mengakui Palestina sebagai Negara Berdaulat

GAZA – Perdana Menteri Malta, Robert Abela, menyatakan bahwa Malta akan memberikan pengakuan resmi kepada Palestina sebagai sebuah negara pada bulan Juni yang akan datang.

Menurut laporan dari BERITA88, pengumuman ini disampaikan dalam sebuah acara politik di mana Abela menyoroti berbagai masalah lokal dan internasional, dengan perhatian khusus pada krisis kemanusiaan di Gaza.

1. Tidak Bisa Mengabaikan Tragedi Kemanusiaan

Abela menyatakan, “Kita tidak dapat menutup mata terhadap krisis kemanusiaan yang semakin parah setiap harinya,” merujuk pada serangan Israel yang mematikan di Gaza, yang telah menewaskan hampir 54.000 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Dia menegaskan bahwa langkah ini merupakan tanggung jawab moral, dan Palestina akan diakui secara resmi setelah konferensi yang dijadwalkan pada 20 Juni.

Perdana Menteri tersebut juga menyampaikan kesedihannya atas tragedi yang menimpa sembilan anak dari dokter anak Palestina, Alaa Al-Najjar, ketika serangan udara Israel menghancurkan rumah mereka di Khan Younis, Gaza selatan. Suaminya yang juga seorang dokter mengalami luka parah, menyisakan satu anak untuk berduka.

“Malta siap menerima Alaa Al-Najjar dan keluarganya di tanah air kami,” ujar Abela.

2. Kecaman Terhadap Israel yang Berulang

Abela secara tegas mengecam serangan “biadab” yang dilakukan Israel terhadap Gaza.

Ia menyoroti bahwa serangan hebat pada Senin malam di Gaza menewaskan lebih dari 300 orang, termasuk anak-anak dan wanita.