Berita

3 Pelabuhan di Afrika yang Dibangun oleh China, Jejak Tiongkok di Jalur Perdagangan Dunia

3 Pelabuhan di Afrika yang Dibangun oleh China, Jejak Tiongkok di Jalur Perdagangan Dunia

JAKARTA – Investasi China melalui inisiatif Jalur Sutra Baru menunjukkan dampak signifikan di Afrika, terutama dalam sektor infrastruktur. Pelabuhan menjadi salah satu sektor yang paling menonjol. Tiga pelabuhan penting di Afrika yang kini berada di bawah dominasi perusahaan-perusahaan Tiongkok adalah Pelabuhan Kribi di Kamerun, Pelabuhan Lekki di Nigeria, dan Pelabuhan Lomé di Togo.

Menurut laporan dari Africa Center for Strategic Studies, pelabuhan-pelabuhan ini merupakan bagian dari strategi ekonomi jangka panjang China untuk memperluas pengaruhnya di wilayah strategis dunia, terutama melalui jalur perdagangan dan logistik.

Berikut 3 pelabuhan strategis di Benua Afrika yang dibangun oleh China

1. Pelabuhan Kribi

Terletak di bagian selatan Kamerun, Pelabuhan Kribi adalah salah satu pelabuhan laut dalam paling modern di Afrika Tengah. Perusahaan-perusahaan Tiongkok memegang 66% saham di pelabuhan ini, menjadikannya salah satu proyek strategis China di kawasan tersebut. Dengan fasilitas modern dan lokasi yang strategis, Kribi berperan penting sebagai pintu masuk untuk ekspor-impor barang dari negara-negara daratan seperti Chad dan Republik Afrika Tengah.

2. Pelabuhan Lekki

Pelabuhan Lekki di Nigeria adalah salah satu pelabuhan terbesar dan paling canggih di Afrika Barat. Dikelola melalui kemitraan antara Nigeria dan investor Tiongkok, perusahaan China menguasai 52% saham pelabuhan ini. Lekki didesain untuk mengurangi tekanan di Pelabuhan Apapa yang lebih tua di Lagos dan telah menjadi pusat logistik utama untuk barang-barang kontainer. Kehadiran China di sini menandai pergeseran penting dalam struktur logistik Afrika Barat, sekaligus mempererat hubungan ekonomi antara Beijing dan Abuja.

3. Pelabuhan Lomé

Terletak di ibu kota Togo, Pelabuhan Lomé adalah pelabuhan penting lainnya yang melibatkan investasi besar dari Tiongkok. Dengan kepemilikan saham sebesar 50%, perusahaan China menjadi mitra utama dalam pengelolaan dan pengembangan pelabuhan ini. Lomé dikenal sebagai satu-satunya pelabuhan laut dalam di kawasan Afrika Barat yang mampu menampung kapal-kapal besar tanpa perlu membongkar muatan di pelabuhan antara.