Empat Kesepakatan Bersejarah AS-Arab Saudi, Termasuk Transaksi Senjata Senilai Rp2.348 Triliun
Empat Kesepakatan Bersejarah AS-Arab Saudi, Termasuk Transaksi Senjata Senilai Rp2.348 Triliun
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam lawatannya ke Arab Saudi berhasil mencapai empat kesepakatan penting yang menegaskan arah baru dalam kemitraan strategis antara kedua negara. Forum Investasi Saudi-AS di Riyadh menjadi saksi pergeseran hubungan Washington dan Riyadh dari kerja sama keamanan tradisional menuju kemitraan ekonomi dan teknologi yang lebih mendalam dan saling menguntungkan.
Salah satu pencapaian utama adalah penandatanganan paket penjualan senjata terbesar dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara, dengan nilai mencapai USD142 miliar atau setara Rp2.348 triliun. Kesepakatan ini mencakup pesawat tempur F-35, sistem pertahanan udara tingkat tinggi, serta peralatan militer dari lebih dari selusin perusahaan pertahanan besar di AS.
Baca Juga: Arab Saudi Teken Kesepakatan Lebih dari Rp4.982 Triliun dengan AS
Empat kesepakatan besar dan bersejarah yang diumumkan selama Forum Investasi Saudi-AS di Riyadh meliputi:
Pertama, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengumumkan komitmen investasi Arab Saudi di AS yang bernilai USD600 miliar atau setara Rp9.960 triliun. Investasi ini akan difokuskan pada sektor energi, teknologi, dan infrastruktur, dengan harapan dapat meningkat hingga USD1 triliun. Hal ini menjadi bagian dari kemitraan strategis yang mendukung reformasi Visi Saudi 2030 serta memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Kedua, AS menyetujui penjualan paket persenjataan terbesar dalam sejarahnya kepada Arab Saudi senilai hampir USD142 miliar. Paket ini mencakup pengadaan pesawat tempur F-35, sistem pertahanan udara canggih, serta perlengkapan dan layanan dari lebih dari selusin perusahaan pertahanan AS. Kesepakatan ini akan memperkuat kapabilitas angkatan udara, pertahanan udara dan rudal, keamanan maritim dan perbatasan Arab Saudi, serta pembaruan sistem informasi dan komunikasi. Hal ini menjadi tonggak penting dalam kerja sama pertahanan kedua negara.
Baca Juga: Campakkan BRICS, Arab Saudi Incar Kesepakatan dengan AS Rp1.651 Triliun
Ketiga, sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat seperti Amazon, Oracle, Tesla, BlackRock, Google, Salesforce, AMD, dan Uber turut menandatangani kesepakatan investasi dan perdagangan. Mereka berkomitmen memperkuat hubungan ekonomi dan teknologi melalui proyek infrastruktur digital dan pusat data kecerdasan buatan di AS dan Arab Saudi. Contohnya, perusahaan infrastruktur digital Saudi, DataVolt, berencana menginvestasikan USD20 miliar di pusat data AI di AS.
Keempat, Forum Investasi Saudi-AS berfungsi sebagai platform utama untuk pengumuman dan percepatan kesepakatan bisnis ini. Forum tersebut menekankan fokus kunjungan Presiden Trump pada penguatan kerja sama ekonomi dan investasi yang melampaui isu keamanan regional. Dalam pidatonya, Trump menyatakan keyakinan bahwa hubungan AS-Arab Saudi kini lebih kuat dari sebelumnya, dan menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kemitraan di bidang militer, keamanan, ekonomi, dan teknologi.
Kesepakatan ini tidak hanya mencerminkan komitmen bersama untuk memperdalam kemitraan strategis, tetapi juga membuka peluang investasi besar yang berpotensi mengubah lanskap geopolitik dan ekonomi kawasan. Dengan nilai total kesepakatan tersebut, hubungan AS dan Arab Saudi akan semakin erat dalam beberapa tahun mendatang.
