Ekonomi

4 Tokoh Teratas Asia Tenggara dengan Kekayaan Melimpah, Nomor 1 dari Keluarga Ternama

JAKARTA – Empat tokoh pemimpin dari Asia Tenggara tercatat sebagai pemimpin terkaya di dunia. Selain dari gaji, mereka juga memiliki usaha sendiri atau berasal dari keluarga konglomerat di negara masing-masing.

4 Tokoh Teratas Asia Tenggara dengan Kekayaan Melimpah, Nomor 1 dari Keluarga Ternama

1. Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra Rp4,2 Triliun

Menurut Love Money, Paetongtarn Shinawatra, putri dari mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang juga seorang miliarder, memulai masa jabatannya pada September 2024 dan menjadi anggota keempat dari keluarga berpengaruh yang memimpin Thailand. Ia juga tercatat sebagai pemimpin termuda di negara tersebut. Saat ini, statusnya sedang dalam penangguhan terkait skandal yang menyangkut PM Hun Sen.

Detail kekayaannya terungkap dalam dokumen yang diberikan kepada komisi antikorupsi nasional Thailand. Berdasarkan dokumen tersebut, Paetongtarn memiliki lebih dari USD400 juta (USD309 juta) dalam bentuk aset, termasuk ratusan tas tangan mewah senilai total USD2 juta (£1,6 juta), 75 jam tangan mewah dengan nilai mendekati USD5 juta (£3,9 juta), serta properti di London dan Jepang. Ia juga melaporkan liabilitas sekitar USD142 juta (£110 juta), sehingga total kekayaan bersihnya mencapai USD258 juta (£199 juta).

2. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (Rp81 Miliar)

Mantan menteri keuangan, Lawrence Wong, menjadi Perdana Menteri keempat Singapura pada Mei 2024, menggantikan Lee Hsien Loong. Meskipun kekayaannya tidak sebesar pendahulunya – Lee Hsien Loong yang duduk pada Dewan Direksi dana kekayaan negara GIC Private Limited dan memiliki kekayaan setidaknya USD50 juta (£39 juta) – kekayaan Wong tetap signifikan, yaitu sekitar USD5 juta (£3,9 juta).

Jumlah ini kemungkinan besar akan terus meningkat. Pemimpin Singapura mendapatkan gaji tahunan sekitar S$2,2 juta ($1,6 juta/£1,2 juta), menjadikannya salah satu pemimpin dunia dengan bayaran tertinggi.

3. Presiden Filipina Bongbong Marcos (Rp58 Miliar)

Menurut Love Money, tidak ada kepastian mengenai jumlah kekayaan Presiden Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr., putra mendiang diktator Filipina. Meskipun terpilih pada Mei 2022, pengungkapan terbaru tentang kekayaannya kepada publik terjadi pada tahun 2016, yang tercatat sebesar 204 juta peso Filipina, atau hampir USD3,6 juta (Rp5,8 miliar).

Perkiraan lain menunjukkan bahwa kekayaannya bisa mencapai USD3,5 miliar (£2,7 miliar). Ayah Marcos memerintah negara tersebut selama 20 tahun sebelum digulingkan pada tahun 1980-an, dan menjarah miliaran dolar dari kas negara untuk mendanai gaya hidupnya. Pemerintah telah berusaha selama puluhan tahun untuk mendapatkan kembali dana tersebut, dengan berhasil menyita lukisan, properti, perhiasan, dan sepatu desainer. Namun, sebagian besar uang tersebut masih belum ditemukan.

4. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (Rp39 Miliar)

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengambil langkah untuk menekan pengeluaran pemerintah dengan menolak menggunakan limusin Mercedes Benz yang dibeli oleh salah satu pendahulunya yang saat ini dipenjara karena korupsi. Selama kampanyenya, ia berjanji tidak akan mengambil gaji perdana menteri sekitar USD5.000 (£3,9 ribu) per bulan, menekankan bahwa upah minimum Malaysia hanya USD325 (£251) per bulan.

Anwar mendeklarasikan aset senilai USD2,4 juta (£1,9 juta) pada November 2022, dengan tujuan mendorong kandidat oposisi melakukan hal yang sama menjelang pemilihan. Uang tunai dan investasi menyumbang hampir USD180.000 (£139 ribu) dari total aset Anwar, dengan mayoritas, USD2,2 juta (£1,7 juta), terdiri dari sebuah rumah dan tiga bidang tanah.