4 Alasan Intervensi Trump di Los Angeles Memicu Pertarungan Politik
4 Alasan Intervensi Trump di Los Angeles Memicu Pertarungan Politik
WASHINGTON – Dalam kampanye tahun lalu, Donald Trump berjanji tidak akan membiarkan pelanggaran hukum oleh kelompok sayap kiri di jalanan Amerika dan akan memanfaatkan sepenuhnya kekuasaan presidennya sebagai respons.
Protes terhadap tindakan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di California pada Sabtu malam memberikan kesempatan baginya untuk menepati janji tersebut.
Meskipun Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) menyatakan bahwa protes tersebut umumnya berlangsung damai, serta otoritas setempat merasa mampu menangani bentrokan yang memburuk menjadi kekerasan, hal ini tetap memicu tindakan dari presiden.
1. Lambatnya Tindakan Pemerintah Negara Bagian dan Kota Los Angeles
Pejabat pemerintahan Trump menyatakan bahwa agen imigrasi menjadi sasaran dan mengalami cedera, sementara penegak hukum setempat dianggap terlalu lambat dalam merespons.
“Menunggu berjam-jam sampai LAPD tiba – atau diberitahu bahwa mereka tidak akan mendukung kami sampai mereka menempatkan petugas dalam situasi berbahaya – adalah sesuatu yang tidak dapat diterima selama protes yang disertai kekerasan,” ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem kepada CBS News pada Minggu pagi.
LAPD menyampaikan bahwa mereka “bertindak secepat mungkin” dan mulai membubarkan kerumunan dalam waktu 55 menit setelah menerima panggilan.
