Empat Tradisi Waisak di Indonesia: Pelepasan Lampion hingga Pengambilan Api Abadi
Empat Tradisi Waisak di Indonesia
JAKARTA – Hari Raya Waisak diperingati oleh umat Buddha pada Senin (12/5/2025). Waisak adalah perayaan yang sangat berarti, memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddharta Gautama.
Umumnya, perayaan ini jatuh pada bulan Mei saat bulan purnama dan dikenal sebagai Hari Raya Tri Suci Waisak.
Di Indonesia, beberapa tradisi khusus dilakukan selama Waisak yang menarik perhatian publik. Berikut adalah deretan tradisi yang berlangsung di Indonesia selama perayaan Waisak, dirangkum oleh BERITA88.
Tradisi Waisak di Indonesia
1. Puja Bhakti dan Meditasi
Salah satu tradisi utama adalah Puja Bhakti dan meditasi. Umat Buddha di Indonesia melaksanakan kegiatan ini di vihara untuk mengenang ajaran Sang Buddha. Meditasi menjadi bagian penting dari perayaan ini.
2. Pengambilan Api Abadi dan Air Suci
Tradisi lain yang dilakukan adalah pengambilan api abadi dan air suci. Di Indonesia, api abadi biasanya diambil dari Mrapen, Jawa Tengah, sementara air suci diambil dari Umbul Jumprit. Keduanya kemudian dibawa ke Candi Borobudur untuk keperluan ritual.
3. Pindapatta (Berderma kepada Bhikkhu)
Pindapatta adalah momen ketika masyarakat memberikan makanan kepada para bhikkhu yang berkeliling. Tradisi ini melambangkan kebaikan dan kerendahan hati.
4. Pelepasan Lampion di Candi Borobudur
Tradisi pelepasan lampion di Candi Borobudur juga menjadi sorotan. Umat Buddha menerbangkan lampion pada malam hari sambil berpakaian putih. Tradisi ini melambangkan harapan, kedamaian, dan pelepasan diri dari hal duniawi.
Demikianlah empat tradisi Hari Raya Waisak di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat.
