Otomotif

5 Mobil China dengan Ekspor Terbesar, Bukan BYD yang Memimpin

5 Mobil China dengan Ekspor Terbesar, Bukan BYD yang Memimpin

JAKARTA – Ternyata, mobil China dengan ekspor terbesar bukanlah BYD, baik pada tahun 2024 maupun awal 2025. Saat ini, China sedang melakukan ekspansi besar di industri otomotif dengan mengekspor banyak kendaraan ke berbagai negara.

Menurut data dari China Passenger Car Association, diprediksi ekspor mobil China pada 2024 akan mencapai 4,734 juta unit, meningkat sebesar 23,3% setiap tahun. Volume ekspor pada bulan Desember tercatat 404.000 unit, hampir sama dengan bulan November, mengalami kenaikan 4,1% dibandingkan dengan 2023.

Pada tahun 2024, ekspor kendaraan listrik murni mencapai 921.000 unit, meningkat 0,8% dari tahun sebelumnya. Di antara jumlah tersebut, volume ekspor pada bulan Juni mencapai titik terendah dengan hanya 56.000 unit.

5 Mobil China dengan Ekspor Terbesar

1. Chery Group

Chery Group menjadi produsen China dengan angka ekspor terbesar pada kuartal pertama 2025. Total ekspor Chery Group secara global mencapai 255.465 unit pada kuartal 2025.

Chery Group telah mengumumkan hasil penjualannya untuk Maret dan kuartal pertama tahun 2025. Menurut laporan dari Car News China, pada bulan Maret, Chery Group menjual 214.770 kendaraan.

Angka ini naik 18,3% dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2024 sendiri, merek ini sempat mengekspor total sekitar 1.140.000 kendaraan.

2. SAIC Motor

SAIC Motor melalui merek MG berhasil mengekspor 929.000 kendaraan pada 2024, terutama dari model MG 4 dan MG ZS EV. Data JATO Dynamics menunjukkan MG menjadi merek Asia terlaris ke-3 di Eropa Barat setelah Toyota dan Hyundai.

SAIC membangun pusat desain di London dan pabrik perakitan di Indonesia untuk memperkuat ekspansi global. Menurut LMC Automotive, strategi ‘teknologi premium dengan harga terjangkau’ berhasil meningkatkan pangsa pasar MG di Eropa dari 1,2% (2020) menjadi 4,8% (2025).

3. Geely Auto

Geely melaporkan ekspor 532.000 kendaraan pada 2024, didorong oleh kesuksesan Coolray dan Geometry C. Menurut data ASEAN Automotive Federation, Geely menguasai 18% pasar SUV kompak di Asia Tenggara, menggeser dominasi Jepang. Kolaborasi dengan Volvo dan Mercedes memberikan keunggulan teknologi yang dipercaya konsumen global.

Pabrik Geely di Belarusia (kapasitas 60.000 unit/tahun) menjadi gerbang ekspor ke Eropa Timur. S&P Global Mobility menilai strategi Geely mengakuisisi merek-merek Eropa kemudian memanfaatkan jaringan distribusinya merupakan langkah genius dalam ekspansi global.

4. Great Wall Motor (GWM)

GWM mencatat ekspor 453.000 unit pada 2024, dengan Haval H6 dan Ora 07 sebagai produk unggulan. Data Fitch Solutions menunjukkan GWM menguasai 25% pasar SUV di Timur Tengah, mengalahkan Toyota RAV4 melalui penawaran fitur mewah dengan harga bersaing.

Pabrik senilai $1 miliar di Thailand menjadi basis produksi utama untuk pasar right-hand drive. Menurut penelitian McKinsey, strategi GWM menyasar niche market SUV off-road dengan teknologi canggih seperti tank turn (putaran 360°) berhasil menciptakan diferensiasi kompetitif.

5. BYD

BYD yang sering disebut sebagai eksportir mobil China terbesar hanya mencatat pengiriman 433.000 kendaraan pada 2024. Penjualan tersebut didukung oleh model-model seperti BYD Seal dan Dolphin yang menguasai 15% pasar EV Eropa menurut data Schmidt Automotive Research.

Pabrik BYD di Thailand yang berkapasitas 150.000 unit/tahun menjadi basis ekspor utama ke ASEAN, sementara fasilitas di Hungaria memasok kebutuhan Eropa. Analis BloombergNEF memprediksi BYD akan menjadi merek mobil global top 5 pada 2027, menggeser posisi tradisional Jepang dan Jerman.