80% Gedung Rusak, SDN Padurenan Bekasi Mendapatkan Program Revitalisasi Prabowo
80% Gedung Rusak, SDN Padurenan Bekasi Mendapatkan Program Revitalisasi Prabowo
JAKARTA – Pemerintah telah secara resmi mengumumkan Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu sekolah yang merasakan manfaat langsung dari program ini adalah SDN Padurenan IV di Bekasi. Acara seremoni groundbreaking telah dilaksanakan sebagai langkah awal perbaikan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.
Adita Irawati, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, menyatakan bahwa Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran adalah bagian dari PHTC keempat Presiden Prabowo.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan groundbreaking untuk program revitalisasi sekolah. Ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang unggul agar Indonesia Maju dan menuju Indonesia Emas. Pendidikan adalah fondasi penting bagi kemajuan Indonesia,” ujar Adita pada Sabtu (3/4/2025).
Adita menambahkan, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan yang setara. “Melalui digitalisasi, saudara-saudara kita yang selama ini belum mendapatkan konten pembelajaran yang memadai dapat terbantu. Sekolah akan memperoleh papan interaktif, laptop, jaringan internet, serta materi pembelajaran digital dalam bentuk hard disk,” jelas Adita.
Diketahui bahwa Presiden Prabowo telah meluncurkan Program Revitalisasi Sekolah secara serentak. Pada tahun 2025, rencananya ada 10.440 sekolah yang akan direvitalisasi.
Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Faisal Syahrul, mengungkapkan bahwa revitalisasi menargetkan sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat, dengan anggaran total Rp17,1 triliun.
“Kami ingin memastikan standar pelayanan pendidikan yang merata, baik di Papua maupun di kota-kota besar seperti Bekasi. Dengan revitalisasi ini, anak-anak bisa belajar lebih nyaman tanpa khawatir terhadap kondisi bangunan,” ujar Faisal.
Kepala Sekolah SDN Padurenan IV, Sri Sulastri, menyatakan bahwa sekolah mereka sangat membutuhkan perhatian. “Kerusakan sekolah kami mencapai 80%, dengan tiga ruang kelas dalam kondisi rusak berat. Kami sangat bersyukur SDN Padurenan IV menjadi prioritas dalam program ini,” katanya.
Dengan pelaksanaan program revitalisasi ini, pemerintah berharap anak-anak Indonesia dapat belajar dalam lingkungan yang aman, layak, dan mendukung pertumbuhan serta potensi mereka secara maksimal.
