Biografi

9 Fakta Try Sutrisno, Jenderal Terkemuka di Masa Soeharto yang Kini Suarakan Pergantian Wapres

9 Fakta Try Sutrisno, Jenderal Terkemuka di Masa Soeharto yang Kini Suarakan Pergantian Wapres

JAKARTA – Nama Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno kembali menjadi sorotan publik di tingkat nasional. Mantan Wakil Presiden ini juga dikenal sebagai figur militer terkenal di era Orde Baru.

Sekarang, Try Sutrisno adalah salah satu purnawirawan yang lantang berbicara mengenai isu-isu strategis kenegaraan, terutama dalam diskusi mengenai pergantian Wakil Presiden (Wapres).

Berikut 9 Fakta Menarik dan Perjalanan Hidup Try Sutrisno:

1. Try Sutrisno: Dari Anak Surabaya Menjadi Panglima TNI yang Dihormati

Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno adalah anak ketiga dari pasangan Soebandi dan Mardiyah. Masa kecilnya penuh dengan kesederhanaan, tetapi sejak awal ia menunjukkan ketertarikan kuat terhadap dunia militer.

Tahun 1956 merupakan awal karier militernya ketika ia diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Tiga tahun kemudian, ia resmi menjadi Letnan Dua Corps Zeni, memulai perjalanan karier yang panjang dan gemilang.

Perjalanan militer Try Sutrisno tidak mudah. Awal pengabdiannya diuji ketika ia ikut serta dalam operasi militer menumpas pemberontakan PRRI di Sumatera pada tahun 1957.

Pengalaman ini membentuk karakter kepemimpinannya dan strategi militernya, yang membawanya ke posisi-posisi penting di TNI.

2. Dari Ajudan Presiden Hingga Menjadi Panglima TNI

Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebelum menjadi pemimpin tertinggi di militer, Try Sutrisno pernah menjadi ajudan pribadi Presiden Soeharto dari tahun 1974 hingga 1978.

Kedekatannya dengan Presiden Soeharto saat itu membuka jalannya untuk menempati posisi-posisi penting lainnya. Try dipercaya sebagai Komandan Kodam XVI/Udayana, Pangdam IV/Sriwijaya, hingga Pangdam V/Jaya, yang menjadi batu loncatan dalam karier militernya.

Tahun 1985 menjadi tahun penting ketika Try diangkat sebagai Wakil KSAD, dan tak lama setelah itu, ia menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI Rudini.