Berita

9 Indikasi Tobat Kita Diterima oleh Allah SWT, Apa Saja?

9 Indikasi Tobat Kita Diterima oleh Allah SWT, Apa Saja?

Di antara tanda-tanda tobat nasuha, Syaikul Islam Ibnu Taimiyah dalam karyanya ‘A’mal al-qulub au al-Maqamat wa al-Ahwal’ menjelaskan bahwa seorang mukmin yang berbuat kesalahan dapat terhindar dari siksa karena 10 alasan ini, yaitu:

  • 1. Ia bertobat, dan Allah menerima tobatnya. Siapa pun yang bertobat, ia seperti orang tanpa dosa.
  • 2. Ia memohon ampun dan Allah mengampuninya.
  • 3. Ia melakukan kebaikan yang dapat menghapus kesalahan.
  • 4. Ia didoakan oleh teman-temannya yang memohonkan ampun untuknya, baik setelah meninggal maupun sebelumnya.
  • 5. Dengan pahala amal mereka, mereka membimbingnya menuju hal-hal baik.
  • 6. Ia mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
  • 7. Allah memberikan cobaan yang dapat menghapus kejelekannya.
  • 8. Di alam barzah, ia mendapat cobaan berupa petir yang menghapus kesalahannya.
  • 9. Pada hari kiamat, ia akan mendapatkan siksaan yang dapat menghapus kesalahannya.
  • 10. Ia dikasihi oleh Allah, Sang Maha Pengasih.

Barangsiapa yang tidak mendapatkan 10 hal di atas, janganlah mencela. Sebagaimana Allah Ta’ala telah menyampaikan dalam hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu adalah amal-amalmu yang telah Aku hitung, kemudian Aku berikan kepada kalian. Barangsiapa yang menemukan kebaikan, hendaknya ia memuji Allah dan barangsiapa yang tidak menemukannya, janganlah mencela kecuali dirinya sendiri,” (HR Muslim dan hadis Abu Dzar al-Ghifari).

Jika tanda-tanda tobat nasuha telah dikenal, berikut adalah tanda tobat kita diterima oleh Allah Ta’ala:

1. Hati Menjadi Lebih Tenang dan Tentram

2. Senang Berada di Lingkungan Orang Saleh

Indikasi lain dari diterimanya tobat adalah ketika seseorang mulai bergaul dengan teman-teman yang saleh, menandakan ia tidak lagi nyaman dengan teman-teman lamanya ketika masih melakukan maksiat.

Allah Ta’ala berfirman:

“Mereka adalah orang-orang yang bertaubat, beribadat, memuji, melawat, ruku’ dan sujud, menyeru kepada ma’ruf dan mencegah dari munkar serta menjaga hukum-hukum Allah. Gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (QS at-Taubah: 112)

3. Lebih Fokus pada Kewajiban dan Ibadah

4. Meningkatnya Rasa Syukur

Bersyukur merupakan kunci kebahagiaan dan ketakwaan seseorang. Semakin diterima tobat oleh Allah, semakin meningkat kesadaran akan kebesaran Allah dan rasa syukur terhadap nikmat-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, yang beribu-ribu jumlahnya karena takut mati; kemudian Allah berfirman kepada mereka: ‘Matilah kamu’, lalu Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memiliki karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan tidak bersyukur.” (Al-Baqarah: 243)

5. Akhlak yang Semakin Baik

Orang yang bertobat berusaha memperbaiki akhlaknya, dan Allah memudahkan hati hamba-Nya yang bertakwa sehingga akhlaknya terus membaik.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami mensucikan mereka dengan akhlak yang tinggi, yaitu mengingatkan (manusia) kepada akhirat.” (QS. Sad: 46)

6. Gemar Bersedekah

7. Menjaga Penampilan dan Aurat

Allah Ta’ala membimbing hati hamba-Nya yang benar-benar ikhlas dalam bertobat sehingga semakin istiqamah dalam menjaga penampilan dan auratnya.

Allah berfirman:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, sehingga tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

8. Menjaga Sikap dan Ucapan

9. Senantiasa Merasa Penuh Dosa dan Berusaha Memperbaiki Diri

Kesadaran dan penyesalan atas dosa dan kesalahan adalah syarat utama tobat. Meskipun sudah bertobat dan memperbaiki diri, seseorang tidak akan merasa cukup dengan ibadah yang dilakukan, seolah dosa-dosanya masih menuntut penebusan.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengetahui Tobat Kita Diterima Allah SWT? Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Wallahu A’lam