Empat Alasan Politikus Muslim Mengajak Umat Islam di Inggris untuk Terjun ke Dunia Politik demi Masa Depan Generasi Mendatang
Empat Alasan Politikus Muslim Mengajak Umat Islam di Inggris untuk Terjun ke Dunia Politik demi Masa Depan Generasi Mendatang
LONDON – Komunitas Muslim di negara-negara Barat perlu menanamkan investasi dalam membangun pemimpin masa depan di bidang politik, bisnis, dan media guna menghadapi ancaman Islamofobia yang semakin meningkat.
“Umat Islam adalah warga negara yang baik yang percaya pada kemanusiaan, seluruh umat manusia, dan ingin berkontribusi secara positif bagi komunitas mereka,” ujar Humza Yousaf, mantan menteri pertama Skotlandia, seperti yang dikutip oleh BERITA88.
Namun, ia memperingatkan bahwa mereka semakin sering menjadi target serangan.
“Saya sangat khawatir, saya belum pernah melihat Muslim diserang sebanyak ini selama hidup saya; mereka diserang di Barat dan di Timur,” kata Yousaf, yang saat ini menjabat sebagai anggota Parlemen Skotlandia.
“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menempatkan Muslim dalam peran kepemimpinan — tidak hanya dalam politik tetapi juga di media, bisnis, sektor publik, dan masyarakat sipil,” tambah Yousaf, yang mencatat sejarah pada tahun 2023 sebagai Muslim pertama yang memimpin Skotlandia sebelum akhirnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada tahun berikutnya.
Naz Shah, anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh yang saat ini memasuki masa jabatan ketiganya, menyerukan pentingnya representasi Muslim yang lebih besar di parlemen.
“Sangat penting untuk memiliki suara Muslim di Parlemen karena kita harus mewakili komunitas kita. Dan kita memiliki jutaan Muslim di seluruh Inggris,” katanya kepada BERITA88.
Keduanya berada di Istanbul untuk menghadiri forum donor global yang memusatkan perhatian pada Gaza — wilayah Palestina yang dikepung dan dihancurkan oleh kampanye militer Israel sejak 7 Oktober 2023, yang telah menyebabkan lebih dari 50.000 warga Palestina kehilangan nyawa.
1. Islamofobia Semakin Meluas di Seluruh Eropa
Islamofobia sedang meningkat di Eropa, terutama sejak dimulainya perang Gaza, menurut Marion Lalisse, koordinator Komisi Eropa untuk melawan kebencian anti-Muslim.
“Secara khusus, kejahatan kebencian anti-Muslim telah meningkat, misalnya, sebesar 140% di Jerman,” ungkap Lalisse selama Forum Diplomasi Antalya, sebuah acara di provinsi resor Turki.
Yousaf membagikan pandangan serupa: “Saya pikir situasinya semakin buruk, bukan lebih baik.”
