politik

Mantan Karyawan Microsoft Tuding Bill Gates Dukung Genosida di Gaza

Siapa Hossam Nasr dan Abdo Mohamed? Mantan Staf Microsoft yang Tuding Bill Gates Dukung Genosida di Gaza

WASHINGTON – Hossam Nasr dan Abdo Mohamed, dua mantan staf BERITA88 yang diberhentikan pada tahun 2024 karena mengadakan acara dukungan untuk rakyat Palestina, menuduh perusahaan tersebut terlibat dalam genosida di Gaza dan apartheid sistemik di Tepi Barat.

1. Pemanfaatan Teknologi Microsoft oleh Israel untuk Menyerang Warga Gaza

Hossam Nasr, seorang insinyur perangkat lunak, dan Abdo Mohamed, seorang ilmuwan data, menyampaikan kepada Anadolu bahwa teknologi dari Microsoft, termasuk layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), penerjemahan, dan penyimpanan data, telah menjadi alat penting yang dipakai oleh militer Israel untuk meningkatkan operasi mereka terhadap warga Palestina.

Nasr mengungkapkan bahwa kampanye “No Azure for Apartheid”, yang mereka dirikan, terinspirasi oleh upaya serupa di perusahaan teknologi lain.

“Kampanye ini dimulai ketika bom dijatuhkan di atas kepala anak-anak Palestina di Gaza setelah peristiwa Sheikh Jarrah pada tahun 2021,” ujarnya.

“Kami terinspirasi oleh kolega kami di Google dan Amazon untuk memulai kampanye kami sendiri di BERITA88 pada tahun 2024,” tambahnya.

Tujuan utama mereka, jelasnya, adalah memutuskan kemitraan yang mendukung operasi militer.

“Tidak cukup hanya hadir dalam rapat dengan eksekutif atau menulis email,” kata Nasr.

“Sangat penting bagi kami untuk menghentikan kontribusi material dan kemitraan yang mendukung genosida atas saudara-saudari kami di Palestina,” tegasnya.

2. Beragam Layanan Teknologi Microsoft untuk Militer Israel

Menurut Nasr, Microsoft menyediakan layanan cloud, kemampuan AI, penerjemahan, dan penyimpanan data kepada militer Israel, dan “mereka menggunakan layanan penerjemahan Microsoft untuk menerjemahkan data yang mereka kumpulkan tentang warga Palestina dari bahasa Arab ke Ibrani.”

“Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam jaringan sistem penargetan AI yang membantu menentukan lokasi serangan di Gaza dan membantu Israel mengklasifikasikan warga Palestina yang tidak bersalah sebagai teroris,” ujarnya, mengutip laporan yang menunjukkan peningkatan 200 kali lipat dalam penggunaan alat AI Microsoft oleh Israel antara Oktober 2023 dan Maret 2024.

“Penggunaan penyimpanan cloud mereka meningkat menjadi 13,6 petabyte,” tambahnya.

“Microsoft Azure juga menjadi tuan rumah bagi bank target militer Israel,” katanya, sambil mencatat bahwa “Microsoft Azure juga mengelola pencatatan sipil penduduk Palestina.”