Peredaran Beras Oplosan Menjadi Sorotan, Asosiasi: Pedagang Pasar Sering Dijadikan Kambing Hitam
Peredaran Beras Oplosan Menjadi Sorotan, Asosiasi: Pedagang Pasar Sering Dijadikan Kambing Hitam
JAKARTA – Terungkap sebanyak 212 merek beras, terdiri dari jenis premium dan medium, ditemukan dipasarkan bebas tanpa mematuhi standar mutu dan takaran yang seharusnya. Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Mujiburohman, memberikan pernyataannya.
Menurutnya, maraknya praktik pengoplosan beras, baik dari segi kualitas maupun kemasan, telah mengurangi kepercayaan konsumen terhadap pedagang di pasar tradisional. Ia mengungkapkan bahwa para pedagang pasar juga menjadi korban dari peredaran beras oplosan yang merugikan.
“Pedagang pasar sering kali disalahkan ketika konsumen menemukan kualitas beras yang tidak sesuai. Padahal, banyak dari kami tidak mengetahui bahwa beras yang kami terima sudah dioplos sejak dari distributor,” ujar Mujiburohman dalam pernyataan resminya, Selasa (1/7/2025).
Mujiburohman meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi pangan, terutama beras, untuk memastikan bahwa produk yang dijual oleh pedagang berasal dari sumber yang sah dan berkualitas.
“Kami berharap pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi pangan, khususnya beras. Pedagang pasar memerlukan kepastian bahwa produk yang kami jual berasal dari sumber yang sah dan berkualitas,” tegasnya.
APPSI, lanjut Mujiburohman, juga menghimbau seluruh anggotanya agar lebih selektif dalam memilih distributor serta memastikan asal-usul barang dagangan. Ia juga menekankan kesiapan APPSI untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menciptakan pasar yang sehat dan transparan.
