Berita

AS Pertama Kali Cabut Sanksi Rusia untuk Proyek Nuklir di Eropa

AS Pertama Kali Cabut Sanksi Rusia untuk Proyek Nuklir di Eropa

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mencabut sanksi yang menghalangi transaksi keuangan melalui Gazprombank Rusia terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Paks-2 di Hungaria. Langkah ini diresmikan melalui lisensi umum yang dirilis oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS (OFAC) pada Jumat lalu.

Lisensi tersebut memungkinkan Gazprombank dan sejumlah bank Rusia lainnya untuk melakukan transaksi yang berkaitan dengan energi nuklir sipil. Selain Gazprombank, bank-bank besar Rusia seperti Sberbank, Vnesheconombank, Alfa-Bank, VTB, Otkritie, dan Rosbank juga mendapatkan pelonggaran serupa.

Proyek PLTN Paks-2 dimulai pada 2014 berdasarkan perjanjian bilateral antara Hungaria dan Rusia. Proyek ini melibatkan pembangunan dua reaktor oleh perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, dengan dukungan pinjaman Rusia sebesar €10 miliar dari total biaya proyek yang mencapai sekitar €12,5 miliar.

Paks-2 dianggap sebagai proyek strategis untuk menjamin keamanan energi Hungaria. Pembangkit ini direncanakan beroperasi di dekat PLTN Paks yang sudah ada, yang saat ini menyuplai sekitar setengah dari kebutuhan listrik Hungaria. Namun, sanksi AS terhadap Gazprombank sebelumnya sempat menunda sementara pembangunan proyek ini.