Tingkatkan Keamanan, Badan Gizi Nasional Perbarui SOP Program MBG
Tingkatkan Keamanan, Badan Gizi Nasional Perbarui SOP Program MBG
JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) telah memperbarui standar operasional prosedur (SOP) untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) menyusul kejadian keracunan massal yang dialami oleh siswa-siswi di Cianjur, Jawa Barat.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa SOP baru tersebut mengharuskan sisa makanan dibersihkan di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

“Berdasarkan insiden ini, BGN menambahkan satu SOP dalam pelaksanaan program MBG, yaitu sisa makanan tidak dibersihkan di sekolah melainkan di SPPG,” ujar Dadan dalam pernyataannya yang dikutip pada Kamis (24/4/2025). Selain itu, Dadan juga menyampaikan bahwa akan ada pelatihan tambahan untuk memperkuat SDM di lapangan.
“Kami juga akan melakukan beberapa pelatihan tambahan untuk memperkuat SDM di lapangan,” jelasnya.
Keracunan Massal di Kalangan Siswa
Untuk informasi, puluhan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur, Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (21/4/2025). Para pelajar tersebut dirawat di dua rumah sakit, yaitu 28 siswa dirawat di RSUD Sayang Cianjur dan 10 siswa lainnya di RS Bhayangkara Cianjur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya, menyebutkan bahwa kebanyakan pelajar yang dirawat mengeluhkan gejala yang menyerupai keracunan, seperti pusing, mual, muntah, dan diare.
“Para pelajar tersebut mengeluhkan keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah. Namun, gejala yang dialami bervariasi, ada yang merasakannya di sekolah dan ada juga yang setelah tiba di rumah. Kemungkinan masih ada yang dirawat di rumah atau di Puskesmas,” terang Frida.
Frida mengimbau Puskesmas untuk mendata pasien yang diduga mengalami keracunan, terutama pelajar, untuk memastikan jumlah korban.
