Kesehatan

Fenomena Ketindihan dalam Tidur: Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya

Ketindihan dalam Tidur: Penjelasan dan Solusi Medis

JAKARTA – Fenomena yang sering disebut sebagai ‘ketindihan’ ketika tidur kerap dikaitkan dengan unsur mistis atau supranatural. Namun, dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah sleep paralysis atau kelumpuhan tidur, yang memiliki penjelasan ilmiah yang masuk akal.

Hal ini dijelaskan oleh dr Yeni Quinta Mondiani, SpN, seorang pakar neurologi dan dosen di Fakultas Kedokteran BERITA88.

Yeni menjelaskan bahwa tidur adalah proses fisiologis yang terjadi secara berulang, ditandai dengan penurunan tingkat kesadaran sementara. “Selama tidur, kemampuan kognitif seseorang menurun sehingga otak tidak sepenuhnya merespons rangsangan dari luar,” ujarnya dalam sebuah siaran pers, Kamis (17/7/2025).

Baca juga: Jangan Berlebihan, Konsumsi Kafein Bikin Susah Tidur!

Ia menjelaskan bahwa siklus tidur manusia terdiri dari lima tahap, yaitu empat fase Non-Rapid Eye Movement (NREM) dan satu fase Rapid Eye Movement (REM). Kelima tahap ini dapat berulang selama seseorang tidur.

“Fase 3 dan 4 dari NREM adalah tahap tidur terdalam. Tahapan ini penting untuk memulihkan energi tubuh dan memperbaiki kondisi fisik setelah seharian beraktivitas,” jelasnya.