Mengungkap Fakta di Balik Ledakan Pelabuhan Iran: Apakah Ada Intervensi Israel?
TEHERAN – Mengungkap Fakta di Balik Ledakan Pelabuhan Iran: Apakah Ada Intervensi Israel?
Diskusi mengenai penyebab ledakan di Pelabuhan Iran terus berlanjut. Terlebih setelah parlemen Teheran menuding adanya keterlibatan Israel dalam insiden ini.
Ledakan tersebut terjadi pada Sabtu (26/4/2025) di Pelabuhan Shahid Rajaei, yang terletak di bagian selatan Iran dekat Selat Hormuz, jalur air penting yang menjadi rute bagi seperlima produksi minyak dunia.
Menurut laporan terbaru, ledakan dahsyat yang mengguncang pelabuhan terbesar di Iran ini telah menewaskan sekitar 70 orang dan melukai ribuan lainnya.
Sumber dari BERITA88 menyebutkan, meskipun penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung, seorang anggota parlemen Iran mengklaim bahwa Israel terlibat dalam insiden ini.
Parlemen Iran menyatakan bahwa sebuah perangkat peledak diletakkan di dalam kontainer pengiriman, mengakibatkan ledakan besar. Namun, klaim ini belum didukung oleh bukti yang kuat.
Apa yang Menyebabkan Ledakan di Pelabuhan Iran?
Menurut laporan dari Al Jazeera, asal ledakan belum diketahui, tetapi pihak bea cukai pelabuhan menyebutkan bahwa kebakaran di depot yang menyimpan bahan kimia berbahaya kemungkinan menjadi penyebabnya.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini.
Meskipun ada spekulasi dari pihak luar dan pakar, Iran telah menolak laporan yang menyatakan ledakan disebabkan oleh pengiriman bahan bakar rudal.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri Iran menyatakan kelalaian menjadi faktor dalam ledakan dan kebakaran besar di pelabuhan kontainer terbesar di negara itu.
Sebelumnya, Administrasi Bea Cukai melaporkan bahwa kargo yang terbakar dan meledak tidak terdaftar secara resmi sebelum insiden, menurut kantor berita Isna.
Pemerintah Iran pun menyimpulkan bahwa ledakan di Pelabuhan Shahid Rajaei diakibatkan oleh kesalahan prosedur, menyangkal dugaan bahwa ledakan terjadi akibat penanganan bahan amonium perklorat yang tidak tepat.
Kementerian Pertahanan Iran juga membantah laporan bahwa ledakan disebabkan oleh penanganan yang salah dari pengiriman natrium perklorat, bahan bakar padat yang digunakan untuk rudal balistik.
Sehubungan dengan perkembangan kebakaran, Gubernur Hormozgan, Mohammad Ashouri Taziani, menyatakan bahwa operasi pembersihan di pelabuhan mungkin berlanjut selama beberapa hari, dan situasi di sana bisa memakan waktu satu hingga dua minggu sebelum kembali normal.
