Pelajaran AI Diterapkan di SD-SMA Mulai Tahun Ajaran Baru Mendatang
Wapres Pastikan Penerapan Pelajaran AI di Sekolah
JAKARTA – Kecerdasan buatan (AI) akan menjadi mata pelajaran baru yang diterapkan mulai tahun ajaran 2025-2026 untuk tingkat SD hingga SMA. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan hal ini secara langsung.
Dalam sebuah Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Istana, Pemerintah memutuskan untuk segera memasukkan pembelajaran AI dalam kurikulum pendidikan nasional.

Baca Juga : Ibas Soroti Isu AI dan Perubahan Iklim di Universiti Malaya
“Pada tahun ajaran baru nanti, kita akan mulai memasukkan kurikulum AI atau pelajaran AI di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK,” katanya saat menghadiri Studium Generale bertema Creative Job Opportunity with AI di Auditorium Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta Barat, pada Jumat.
Dia menekankan pentingnya pembelajaran AI sejak dini karena teknologi akan menjadi elemen kunci dalam berbagai aspek kehidupan di masa depan.

Baca Juga : Pemerintah Akan Bentuk Satgas Nasional AI Terintegrasi
Generasi muda diharapkan tidak hanya memanfaatkan AI, tetapi juga menciptakan solusi inovatif yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia.
Acara ini merupakan kolaborasi antara BINUS University dan Komunitas AI AICO. Dalam sambutannya, Wapres memuji BINUS sebagai pelopor dalam pengembangan program AI di jalur pendidikan Indonesia.
“Saya sangat senang melihat BINUS menangkap peluang AI ini karena selain menjawab tantangan zaman, lulusan nanti sudah siap kerja,” ujar Wapres.
Wapres juga mencontohkan penggunaan AI oleh PT Jasa Marga untuk memantau lalu lintas di tol selama libur Lebaran dan penggunaan AI Face Recognition oleh PT KAI.
“Jasa Marga sudah menggunakan AI di mana stafnya adalah anak-anak muda. Mereka bisa memantau lalu lintas di sepanjang tol dan menentukan kapan harus menerapkan one way atau contraflow. Di KAI, ada kamera canggih menggunakan AI face recognition yang bisa mendeteksi pencuri,” ungkapnya.
Gibran mengimbau generasi muda untuk menguasai teknologi digital agar menjadi pelopor inovasi dan siap menghadapi tantangan ekonomi serta industri masa depan.
“Indonesia tidak kekurangan anak-anak cerdas. Semua kreatif dan kalian harus bisa memanfaatkan teknologi terkini seperti AI, crypto, blockchain, dan lainnya,” tutupnya.
