Berita

BMKG: Gempa M4,8 di Jembrana Bali Tidak Memicu Tsunami

Gempa M4,8 di Jembrana Bali Tidak Memicu Tsunami, Kata BMKG

BALI – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan analisis gempa berkekuatan M4,8 yang mengguncang Jembrana, Kuta Selatan, Bali, pada Sabtu, 3 Mei 2025 pukul 10.19.20 WITA.

Menurut pembaruan analisis dari BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan M=4,9. Pusat gempa berada pada koordinat 9,48° LS; 114,00° BT, tepatnya di laut sekitar 132 Km Barat Daya Jembrana, Bali dengan kedalaman 43 Km.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, dalam keterangan resminya mengatakan, “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini adalah gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.”

Gempa M4,8 Guncang Jembrana Bali
Baca Juga :

Gempa M4,8 Guncang Jembrana Bali

Analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Berdasarkan laporan masyarakat, dampak gempa dirasakan di wilayah Malang Selatan III MMI (Getaran terasa nyata di dalam rumah. Terasa seakan ada truk berlalu), Kuta dan Kuta Selatan II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang – Getaran terasa nyata di dalam rumah. Terasa seakan ada truk berlalu).

51 Kolonel Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Akhir April 2025, Berikut Ini Namanya
Baca Juga :

51 Kolonel Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Akhir April 2025, Berikut Ini Namanya

Cahyo menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang disebabkan oleh gempa tersebut. Hasil pemodelan tsunami dari gempa tektonik ini menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sampai Sabtu, 3 Mei 2025 pukul 10.40 WITA, monitoring BMKG mencatat adanya 1 aktivitas gempa susulan (aftershock).

Cahyo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diingatkan untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.