Berita

Pangeran William Tidak Bisa Secara Sepihak Mencabut Gelar Harry dan Meghan Markle

Pangeran William Tidak Bisa Secara Sepihak Mencabut Gelar Harry dan Meghan Markle

INGGRISPangeran William dilaporkan berniat untuk mencabut gelar kerajaan Pangeran Harry dan Meghan Markle, tetapi secara hukum ia tidak memiliki kewenangan untuk itu. Gelar Duke dan Duchess of Sussex hanya dapat dicabut dengan persetujuan parlemen, bukan keputusan pribadi dari anggota kerajaan, termasuk calon raja sekalipun.

Perbincangan mengenai kemungkinan pencabutan gelar kerajaan dari Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali mengemuka, menyusul laporan bahwa Meghan mengirimkan hadiah dengan label “HRH The Duchess of Sussex.” Tindakan ini memicu perdebatan lama tentang hak mereka atas gelar kebangsawanan, yang telah menjadi isu sejak keputusan mereka untuk mundur dari peran senior di Kerajaan Inggris pada 2020.

Keputusan Harry dan Meghan untuk meninggalkan lingkaran inti keluarga kerajaan telah lama menimbulkan pertanyaan tentang status mereka, apakah keduanya masih pantas menyandang gelar kerajaan setelah dengan sukarela meninggalkan tugas dan tanggung jawab sebagai bangsawan aktif.

Penggunaan kembali gelar “His/Her Royal Highness” (HRH) oleh Meghan, meskipun dalam konteks non-komersial, dianggap oleh beberapa pihak istana sebagai tindakan provokatif. Hal ini menimbulkan kembali wacana bahwa William, yang selama ini diyakini menyimpan ketegangan dengan keputusan adiknya, mungkin akan mempertimbangkan untuk sepenuhnya mencabut gelar mereka saat ia menjadi raja.

Pangeran William Tidak Bisa Secara Sepihak Mencabut Gelar Harry dan Meghan Markle

Diketahui dari sumber, proses pencabutan gelar tidaklah sederhana. Gelar Duke dan Duchess of Sussex yang diberikan kepada Harry dan Meghan oleh Ratu Elizabeth II pada 2018 bukanlah sekadar simbol. Untuk mencabutnya, diperlukan persetujuan dari parlemen Inggris. Hingga kini, belum ada undang-undang yang memungkinkan seorang raja untuk mencabut gelar kebangsawanan secara sepihak.

Namun demikian, gelar kehormatan seperti HRH berada dalam ranah yang lebih fleksibel. Gelar ini merupakan hak prerogatif raja yang berkuasa dan dapat ditarik kapan saja. Dalam sejarah modern, ada preseden. Baik mendiang Putri Diana maupun Sarah Ferguson kehilangan gelar HRH mereka setelah bercerai dari keluarga kerajaan.

Namun, situasi Harry dan Meghan berbeda. Mereka memilih mundur bukan karena skandal atau perceraian, melainkan atas keputusan pribadi. Ini menjadikan kasus mereka unik dan lebih sensitif, terutama dalam konteks hubungan internal keluarga kerajaan yang saat ini rapuh.