Berita

PM Pakistan Kecam Tindakan India Sebagai Pengecut dan Tanpa Alasan

ISLAMABAD – PM Pakistan Kecam Tindakan India Sebagai Pengecut dan Tanpa Alasan

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, kembali mengkritik keras serangan India yang disebutnya sebagai tindakan yang ‘pengecut’ dan ‘tanpa alasan’.

“Pakistan memiliki hak penuh untuk menghadapi serangan India yang tidak beralasan ini dengan tindakan tegas, dan respons tegas telah dilakukan,” tulis Sharif di X.

“Seluruh bangsa berdiri bersama angkatan bersenjatanya, dan moral serta tekad kami tetap kokoh,” tegasnya.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengeluarkan pernyataan tegas yang menuduh India melakukan tindakan ‘perang yang tidak beralasan dan terang-terangan’.

“Tindakan agresi India telah mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak,” jelas pernyataan tersebut.

Kemlu Pakistan menyatakan, “Tindakan agresi ini juga menimbulkan ancaman serius terhadap lalu lintas udara komersial. Kami mengutuk keras tindakan pengecut India, yang melanggar Piagam PBB, hukum internasional, dan norma-norma hubungan antarnegara yang telah ditetapkan.”

Pernyataan tersebut juga menuduh India memanfaatkan ‘isu terorisme untuk menyebarluaskan narasi palsu tentang korban, yang membahayakan perdamaian dan keamanan regional’.

“Tindakan gegabah India telah membawa kedua negara bersenjata nuklir itu lebih dekat ke potensi konflik besar,” jelas Kemlu Pakistan.

“Situasi terus berkembang. Pakistan memiliki hak untuk merespons dengan cara yang tepat waktu dan di lokasi yang dipilihnya, sesuai dengan Pasal-51 Piagam PBB, dan sebagaimana diabadikan dalam hukum internasional. Pemerintah, angkatan bersenjata, dan rakyat Pakistan bersatu menghadapi agresi India. Mereka akan selalu bertindak dengan tekad kuat untuk melindungi dan menjaga kedaulatan serta integritas teritorial Pakistan,” ungkap Kemlu Pakistan.

Sementara itu, militer India menyatakan bahwa 3 warga sipil tewas semalam akibat tembakan artileri dari Pakistan.

“Tentara Pakistan melakukan penembakan secara sembarangan melintasi Garis Kontrol, perbatasan de facto yang membagi Kashmir,” ujar pernyataan militer India.