Memperkuat Ekosistem Biomassa di Cilacap, PLN EPI Pasok PLTU Adipala
Memperkuat Ekosistem Biomassa di Cilacap, PLN EPI Pasok PLTU Adipala
CILACAP – PT PLN Energi Primer (PLN EPI) terus memperkuat ekosistem biomassa di tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap, yaitu Kawunganten, Jeruklegi, dan Kesugihan, untuk menjamin keandalan pasokan biomassa bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala di masa depan.
Pengembangan ekosistem biomassa di ketiga kecamatan tersebut telah dilakukan PLN EPI bekerja sama dengan IPB sejak tahun 2023. Melalui kolaborasi ini, luas lahan tanaman energi di wilayah tersebut kini mencapai 106 hektare (ha). Dari luas tersebut, terdapat sekitar 216.000 tanaman energi seperti Kaliandra dan Gamal yang sebagian sudah siap dipanen dan diolah menjadi biomassa.
Baca Juga: Waspada Perlambatan, S&P Global Ratings Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,6% di 2025
“Luas lahan tanaman energi ini akan diperluas sekitar 90 ha lagi,” ungkap Khalda Az Zahra, Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, di sela kunjungan media ke fasilitas pembibitan tanaman energi di Desa Keleng, Cilacap, Rabu (7/5/2025).
Khalda menjelaskan bahwa pengembangan ini dilakukan untuk memastikan pasokan biomassa yang andal untuk program co-firing di PLTU Adipala, Cilacap. Saat ini, PLTU tersebut menggunakan campuran biomassa 3-5% untuk mengurangi penggunaan batu bara. Sebagian pasokan biomassa ke PLTU Adipala saat ini berupa limbah serbuk kayu dari industri sekitar.
“Pasokannya dikhawatirkan tidak berkelanjutan, oleh karena itu kami menciptakan suplai biomassa dengan penanaman tanaman energi secara mandiri oleh masyarakat,” jelasnya. Dengan bertambahnya luas lahan tanaman energi, diharapkan ketiga kecamatan tersebut bisa memasok 1.000-2.000 ton biomassa per bulan.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok
Pengembangan ekosistem biomassa ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di ketiga kecamatan tersebut. Dengan metode penanaman tumpang sari, petani juga dapat menghasilkan panen tanaman pangan. Selain itu, daun dari tanaman energi ini juga bisa digunakan sebagai pakan ternak warga.
Untuk produksi biomassa, setiap kali panen, tanaman energi mampu menghasilkan 6-10 kg biomassa yang akan ditampung oleh BUMdes setempat. Dari penjualan biomassa ini, petani memperoleh pendapatan yang berkelanjutan.
Di luar itu, fasilitas produksi biomassa yang dikelola BUMdes juga mampu menyerap tenaga kerja lokal. Salah satunya adalah BUMdes Semar Keleng yang memiliki fasilitas produksi biomassa kepingan kayu di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Menurut Kepala Desa Keleng, Arsidi, fasilitas produksi berkapasitas 4 ton per hari ini saat ini telah mampu mempekerjakan sebanyak 20 pekerja.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan PLN EPI kepada BUMdes Semar Keleng ini. Harapan kami panen bisa berkelanjutan supaya kami bisa memasok biomassa untuk PLN,” ujar Arsidi.
