politik

Pengaruh Huawei dan China di Pusat Demokrasi Eropa

Pengaruh Huawei dan China di Pusat Demokrasi Eropa

JAKARTA – Setelah adanya tuduhan tentang “korupsi aktif di dalam Parlemen Eropa,” Komisi Eropa telah memutuskan semua hubungan dengan kelompok lobi yang terkait dengan raksasa teknologi China, Huawei. Tuduhan adanya skema ‘uang demi pengaruh’ yang melibatkan Huawei telah mengungkap kekuasaan negara China. Skandal ini, yang saat ini sedang diselidiki oleh otoritas Eropa, bukan hanya sekadar kasus suap; ini mencerminkan strategi yang lebih luas dari Beijing untuk memperluas pengaruhnya secara global, bahkan dengan mengorbankan lembaga-lembaga demokratis.

Mengutip dari informasi yang dilaporkan oleh MEMRI, Minggu (11/5/2025), inti dari masalah ini adalah dugaan skema di mana sebanyak 15 anggota aktif dan mantan anggota Parlemen Eropa (MEP) dicurigai menerima suap dari Huawei.

Baca Juga: Spionase Global China: dari Pangeran Andrew hingga Parlemen Eropa

Ini bukan sekadar permasalahan tentang berpindahnya uang; ini adalah mengenai usaha subversi yang disengaja terhadap proses demokrasi. Intelijen Belgia memulai penyelidikan terhadap skema ini, yang memicu penggerebekan terkoordinasi di Belgia, Prancis, dan Portugal pada 13 Maret. Operasi ini menargetkan kantor para pelobi yang bekerja untuk Huawei termasuk asisten parlemen Eropa, menegaskan keseriusan otoritas dalam memandang keterkaitan antara kepentingan korporasi China dan pembuatan kebijakan Eropa.

Strategi Dua Jalur

Tindakan Huawei, sebagaimana dituduhkan, jauh melampaui lobi korporasi biasa. Perusahaan ini dicurigai menjalin kerja sama erat dengan militer dan dinas intelijen China—sebuah fakta yang seharusnya membunyikan alarm di setiap ibu kota negara Barat. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD178 miliar, Huawei tidak hanya memiliki kekuatan finansial, tetapi juga kemampuan teknologi untuk mengancam keamanan nasional.

Operasinya mencakup 170 negara, menanamkan diri dalam infrastruktur telekomunikasi penting yang menjadi tulang punggung masyarakat modern. Sementara negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, telah lama melarang Huawei dari jaringan telekomunikasi mereka karena alasan keamanan, kerangka regulasi dan keamanan Eropa tampak jauh lebih longgar—setidaknya di permukaan.

Perbedaan ini sangat mengkhawatirkan. Meski telah mendapat peringatan berulang kali dari Amerika Serikat maupun Uni Eropa tentang potensi ancaman keamanan dari Huawei, perusahaan ini tetap tertanam dalam sistem telekomunikasi Eropa pada tingkat yang belum terlihat sejak tahun 2022.