Berita

Bus Persik Kediri Diserang Batu oleh Suporter Aremania Setelah Pertandingan di Kanjuruhan, Pelatih Terluka

Bus Persik Kediri Diserang Batu oleh Suporter Aremania Setelah Pertandingan di Kanjuruhan, Pelatih Terluka

Peristiwa tidak terpuji kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Bus yang mengangkut tim Persik Kediri menjadi target pelemparan batu oleh sekelompok suporter yang diduga Aremania usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Insiden menyedihkan ini terjadi ketika tim berjuluk Macan Putih tersebut masih berada di area stadion dan bersiap untuk meninggalkan lokasi.

Insiden mencekam ini terungkap melalui unggahan story pemain Persik Kediri, Ze Valente, di akun Instagram miliknya, @zevalente.10. Dalam video yang dibagikannya, tampak jelas kaca bus pecah di sisi kiri depan akibat lemparan benda keras. “Kita tidak pernah belajar. Tapi lebih baik tidak mengatakan apa yang kupikirkan,” tulis pemain asal Portugal tersebut dengan nada kecewa.

Video lain yang beredar di akun X @hudaminhajur, yang diduga direkam oleh tim Persik, menunjukkan momen saat bus mereka dihujani lemparan ketika masih berada di halaman Stadion Kanjuruhan, sebelum keluar dari area stadion. Informasi dari sumber internal Persik menyatakan bahwa aksi pelemparan tak hanya terjadi di sekitar stadion, melainkan juga di beberapa titik lainnya sepanjang perjalanan.

Pantauan di lapangan pada Minggu malam (11/5/2025) menunjukkan adanya pecahan kaca di beberapa lokasi di sepanjang Jalan Trunojoyo, termasuk di Simpang Empat Yonzipur dan Simpang Tiga lampu merah depan Kantor Dinas Pendidikan. Tragisnya, akibat lemparan batu tersebut, pelatih Persik Kediri, Divaldo Alves, dan seorang asisten pelatih dilaporkan mengalami luka-luka.

Bus pariwisata Kwansan Trans berwarna oranye yang digunakan tim Persik Kediri mengalami kerusakan parah pada kaca sisi kiri depan, dengan lebar pecahan mencapai lebih dari satu meter. Bahkan, pengamatan di halaman parkir Hotel Grand Miami, Kepanjen, tempat tim Persik menginap, pada Minggu malam masih terlihat jelas sisa-sisa pecahan kaca di dalam bus, serta kondisi dua kursi depan yang berantakan.

Kepala Bagian Operasional (Kabag OPS) Polres Malang, Kompol Aryanto Agus Subekti, mengonfirmasi adanya laporan mengenai insiden tersebut. Pihaknya menyatakan sedang melakukan pengecekan lebih lanjut di hotel tempat tim Persik Kediri menginap. “Ada informasi seperti itu, tapi masih dicek di hotel Miami (tempat Persik Kediri),” ujar Kompol Aryanto Agus.

Insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola di Indonesia dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Harapan agar tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran berharga tampaknya belum sepenuhnya terwujud.