Hakim Terkemuka Mesir yang Menjatuhkan Hukuman Mati Meninggal karena Kanker
Hakim Terkemuka Mesir yang Menjatuhkan Hukuman Mati Meninggal karena Kanker
KAIRO – Seorang hakim Mesir yang dikenal karena menjatuhkan hukuman mati kepada ratusan orang setelah kudeta militer pada tahun 2013 telah meninggal dunia setelah melawan penyakit kanker.
Kudeta tersebut mengantarkan tokoh militer Abdel Fattah al-Sisi ke kursi kepresidenan Mesir yang ia duduki hingga kini.
Menurut The New Arab, Senin (12/5/2025), Shaaban al-Shami, mantan kepala hakim Pengadilan Pidana Kairo, meninggal pada hari Minggu di usia 72 tahun.
Di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati oleh hakim tersebut adalah Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis.
Al-Shami merupakan salah satu hakim paling terkenal di Mesir dan juga memimpin persidangan mantan diktator Mesir Hosni Mubarak, yang kemudian memerintahkan pembebasannya.
Dengan julukan “hakim hukuman mati”, ia bertanggung jawab atas vonis hukuman mati terhadap ratusan penentang Presiden Abdel Fattah El-Sisi setelah penggulingan pemerintahan Morsi lebih dari sepuluh tahun lalu.
Al-Shami lulus dari fakultas hukum di Universitas Ain Shams, Kairo, pada tahun 1975 dan diangkat sebagai Jaksa Penuntut Umum pada tahun berikutnya.
Tugas pertamanya adalah menyelidiki orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan tahun 1977, yang terjadi di berbagai kota di seluruh negeri setelah Presiden Anwar Sadat saat itu memangkas subsidi pangan. Puluhan orang tewas dan terluka dalam kerusuhan tersebut, dan ratusan orang ditangkap sebelum akhirnya dibebaskan oleh pengadilan.
Al-Shami dipromosikan menjadi kepala jaksa pada awal 1980-an sebelum akhirnya naik pangkat ke dalam jajaran peradilan untuk bergabung dengan Pengadilan Pidana Kairo pada tahun 2002.
