Mengenal Putri Reema: Anggota Kerajaan Saudi Pertama yang Berjabat Tangan dengan Trump
RIYADH – Momen Bersejarah Putri Reema
Putri Reema binti Bandar bin Sultan terlihat berinteraksi dengan Donald Trump selama kunjungan Presiden AS tersebut ke Arab Saudi baru-baru ini. Ini merupakan peristiwa pertama dalam sejarah Arab Saudi di mana seorang wanita dari kalangan kerajaan menyambut pemimpin asing dengan jabat tangan. Langkah ini cukup mengejutkan dan tidak biasa, menerima banyak kritik di dalam negeri.
Tradisi dan batasan gender yang ketat telah lama berlaku di Arab Saudi, di mana peran perempuan dalam publik, politik, atau diplomasi sangat terbatas.
Peran Simbolis dalam Perubahan Sosial
Menurut laporan dari MM News, langkah diplomatik Putri Reema dengan AS merupakan simbol penting yang mencerminkan perubahan sosial di bawah Visi 2030 Arab Saudi. Tindakan ini dipandang dengan ketidakpuasan oleh beberapa pihak konservatif di Saudi, terutama karena interaksi yang lama antara Trump dan Putri Reema.
Profil Putri Reema: Dari Kerajaan ke Diplomasi
Putri Reema binti Bandar Al Saud adalah tokoh kerajaan dan diplomat Saudi yang mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat. Penunjukannya dilakukan pada 23 Februari 2019 oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan ia menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Trump pada 8 Juli 2019.
Masa Kecil di Amerika Serikat
Lahir di Riyadh pada tahun 1975, Putri Reema menghabiskan masa kecilnya di Washington, D.C., ketika ayahnya, Pangeran Bandar bin Sultan, menjabat sebagai duta besar Saudi untuk AS dari 1983 hingga 2005. Ia meraih gelar Sarjana Seni dalam Studi Museum dari Universitas George Washington.
Pendukung Hak Perempuan di Saudi
Sebelum karier diplomatiknya, Putri Reema adalah pelopor dalam memajukan hak perempuan dan olahraga di Arab Saudi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Perencanaan dan Pengembangan di Otoritas Olahraga Umum, di mana ia memimpin inisiatif untuk memasukkan pendidikan jasmani bagi anak perempuan di sekolah-sekolah. Pada tahun 2017, ia menjadi perempuan pertama yang memimpin federasi multi-olahraga di Kerajaan, sebagai presiden Federasi Partisipasi Massa.
