Sains

4 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Merevolusi Dunia Saat Ini

4 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Merevolusi Dunia Saat Ini

Banyak penemuan oleh ilmuwan muslim yang telah mengubah dunia. Hubungan antara Al-Qur’an dan sains tidak dapat dipisahkan, dan Islam adalah satu-satunya agama yang sangat menghargai ilmu pengetahuan.

Allah Ta’ala berfirman:

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’. (QS Thaha ayat 114)

Sejak zaman Nabi, para Tabi’in, dan generasi penerusnya, ilmuwan muslim sudah mempelajari berbagai disiplin ilmu termasuk sains. Imam Al-Ghazali (1058-1111) pernah menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah seperti lautan yang tak bertepi.

Selama masa kejayaan Islam, kedudukan ilmu sains mencapai puncak tertinggi dan diakui secara global. Muslim menjadi pionir dalam perkembangan sains, menguasai puncak-puncak ilmu pengetahuan, dan universitas-universitas mereka ramai dikunjungi pelajar dari penjuru dunia, termasuk Eropa. Raja-raja Eropa mengirim putra-putra terbaik mereka untuk belajar kepada ilmuwan Islam di negeri-negeri Islam.

Mengisahkan masa keemasan Islam bukanlah untuk membanggakan masa lalu, tetapi untuk menginspirasi pemuda muslim yang kecewa dengan kondisi umat Islam saat ini dan yang menganggap bahwa Islam menghambat kemajuan. Namun, kenyataannya, seorang ilmuwan Prancis, Gustave Le Bon, pernah berangan-angan, ‘Seandainya kaum muslimin menguasai Prancis, niscaya negara ini akan seperti Cordova di Spanyol yang muslim.’ Ia juga menyatakan bahwa bangsa Eropa berhutang budi kepada peradaban Arab (Islam).

Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia

1. Penemuan di Bidang Kesehatan

Ilmu kedokteran berkembang sangat pesat, dan umat Islam memberikan kontribusi besar dalam bidang ini. Kedokteran Islam tidak hanya mendiagnosis dan mengobati penyakit tetapi juga mencakup metode eksperimen yang sangat berpengaruh dalam pencegahan dan pengobatan, meringankan dan akurasi pengobatan, serta menjauhkan manusia dari pola hidup yang buruk.

Ketika Islam datang, masyarakat Arab jahiliyah memiliki tabib, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan berobat. Beliau bersabda: ‘Berobatlah! Karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali membuat obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu tua.’ Rasulullah menggunakan madu, kurma, dan ilalang alami. Metode ini dikenal sebagai Tibbun Nabawi (Pengobatan Nabi).

Kaum muslimin tidak berhenti pada Tibbun Nabawi, mereka terus bereksperimen dan mengembangkan ilmu kedokteran. Seorang dokter muslim, Ali bin Isa al-Kahal, ahli dalam bidang mata, menulis buku Tazkirah al-Kahalain. Az-Zahrawi menemukan teori bedah menggunakan suntik dan alat-alat bedah. Bukunya, at-Tashrif Liman Ajiza an Ta’lif, dijadikan dasar ilmu bedah di Eropa selama lima abad.

Umat Islam juga membangun rumah sakit pertama pada masa Khalifah al-Walid bin Abdul Malik. Rumah sakit ini khusus untuk penderita lepra. Istilah ‘al-Baimarastanat’ digunakan untuk menyebut rumah sakit, baru kemudian di Eropa rumah sakit didirikan.

2. Arsitektur

Arsitektur, yang dikenal sejak lama, berkembang lebih lanjut dalam peradaban Islam dengan penerjemahan buku-buku Yunani. Inovasi oleh arsitek Islam, seperti Ibnu Haitsam, menghasilkan teori-teori baru dalam bidang cahaya dan arsitektur.

Ilmuwan Barat memuji arsitektur Islam, menyatakan bahwa meskipun Arab mengalami kebodohan arsitektur pada awal penaklukan, arsitektur-arsitektur Islam tetap terlihat di setiap negeri dan zaman, menjadi simbol keahlian para pembuatnya.

3. Kamera

Kamera, teknologi yang esensial di era modern, dikembangkan oleh Ibnu al-Haytam. Ia menemukan bahwa dengan memasukkan pin hole ke dalam kotak hitam, gambar dapat diproyeksikan. Penelitiannya tentang cahaya menjadi dasar bagi perkembangan kamera modern.

4. Geografi

Peran ilmuwan muslim dalam geografi sangat signifikan. Meskipun bukan ilmu yang dilahirkan oleh kaum muslimin, kontribusi mereka berpengaruh besar pada ekspedisi dunia. Khalifah Al-Makmun dan ilmuwan lainnya merumuskan bahwa bumi itu bulat, dan membuat peta yang mendasari penjelajahan dunia.

Gustave Le Bon menyatakan bahwa buku-buku geografi Arab penting dan menjadi dasar pelajaran di Eropa selama berabad-abad.

Baca juga: Asal Muasal Kecerdasan Buatan Ternyata Berasal dari Ide Canggih Ilmuwan Islam