Olahraga

Apakah Pep Guardiola Akan Dipecat Setelah Kegagalan Manchester City di Piala FA?

Pep Guardiola dan Masa Depannya di Manchester City Setelah Kekalahan di Piala FA

Dominasi Manchester City akhirnya terhenti. Kekalahan menyakitkan 0-1 dari Crystal Palace di final Piala FA 2024/2025 pada Sabtu malam di Stadion Wembley tidak hanya membuat mereka kehilangan gelar, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan Pep Guardiola.

Untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir, The Citizens mengakhiri musim tanpa satu pun trofi. Kegagalan di Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Liga kini diakhiri dengan antiklimaks di final Piala FA, dan perhatian langsung beralih kepada sang manajer.

Pertandingan berlangsung tidak seimbang dari segi statistik. Manchester City mendominasi permainan hampir sepanjang laga, namun harus menyerah dengan gol cepat Eberechi Eze pada menit ke-16, hasil serangan balik mematikan dari Palace.

Guardiola tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah pertandingan. “Rencana kami tidak berjalan. Kami kalah, dan itu berarti ada yang tidak berhasil. Tapi saya tidak menyesal,” ungkapnya kepada laman resmi klub.

Man City memiliki banyak peluang, tetapi berkali-kali gagal menaklukkan Dean Henderson yang tampil luar biasa di bawah mistar Palace. Salah satu penyelamatan paling krusial adalah saat menggagalkan penalti Omar Marmoush di menit ke-33, selain mematahkan sejumlah peluang dari Erling Haaland dan Jeremy Doku.

Henderson bahkan terlibat dalam insiden kontroversial ketika menepis bola di luar kotak penalti dalam duel satu lawan satu dengan Haaland. Aksinya menjadi perbincangan netizen yang menyebut seharusnya ia menerima kartu merah.

Palace sempat menggandakan keunggulan di babak kedua melalui gol Daniel Muñoz, namun VAR menganulirnya karena offside. Emosi pun memuncak ketika ofisial dari kedua tim terlibat adu mulut sengit di pinggir lapangan.

City mencoba bangkit hingga menit akhir. Claudio Echeverri yang masuk sebagai pemain pengganti nyaris mencetak gol penyeimbang, tetapi lagi-lagi Henderson menjadi tembok tak tertembus.

Peluit panjang berbunyi, dan sejarah tercipta: Crystal Palace meraih trofi pertama mereka sejak berdiri pada 1905. Sementara itu, Guardiola menghadapi musim panas yang suram.

Di tengah sorotan media dan tekanan fans, muncul spekulasi tentang kemungkinan manajemen Man City mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Spanyol itu. Pasalnya, setelah prestasi gemilang musim lalu, musim ini berakhir tanpa satu pun gelar—sesuatu yang jarang terjadi dalam era Guardiola.

“Kami bermain jauh lebih baik dibandingkan ketika menang 5-2 di kandang Palace, dan bahkan lebih baik dibanding final melawan United tahun lalu. Tapi itulah sepak bola,” ujar Guardiola mencoba mencari sisi positif.

Saat ini, yang tersisa bagi City hanyalah perjuangan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Namun, satu pertanyaan besar kini menggema di Etihad: apakah ini akhir dari era Guardiola?