Berita

Direktur Bank Sentral Brasil: BRICS Belum Mampu Menggeser Dominasi Dolar AS

Direktur Bank Sentral Brasil: BRICS Belum Mampu Menggeser Dominasi Dolar AS

JAKARTA – Bank sentral Brasil tidak melihat adanya kemungkinan nyata bagi negara-negara berkembang dalam kelompok BRICS untuk membentuk pasar yang cukup besar guna menggantikan dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam 10 tahun mendatang. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Kebijakan Moneter Bank sentral Brasil, Nilton David.

Dalam siaran web bank sentral, David mengungkapkan bahwa BRICS saat ini tidak memiliki aset yang cukup signifikan untuk menyaingi USD. “Saya tidak berpikir dominasi dolar AS akan berubah dalam satu dekade mendatang,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa alternatif alat pembayaran perlu diperhatikan karena dapat membantu meningkatkan kesepakatan perdagangan bilateral. Namun, menurutnya hal tersebut belum cukup untuk menggantikan dolar dalam jangka panjang.

Seperti diketahui, Akronim BRICS merujuk pada lima ekonomi besar yang sedang berkembang, yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, yang telah bekerja sama dalam menghadapi isu-isu global. Baru-baru ini, kelompok ini terus berkembang dengan menambahkan enam anggota baru.

Menurut laporan pada bulan Februari, kepresidenan Brasil di BRICS tahun ini akan menunda pembicaraan tentang mata uang bersama dan lebih memusatkan perhatian pada cara-cara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar, seperti dengan menghubungkan sistem pembayaran dan mengeksplorasi standar blockchain yang ditetapkan oleh badan-badan seperti Bank for International Settlements.

Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump telah beberapa kali memperingatkan BRICS – yang anggota awalnya adalah Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok – terhadap upaya untuk menantang supremasi dolar. Didirikan pada tahun 2009 dan segera diperluas dengan masuknya Afrika Selatan, BRICS kini mencakup Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab, menjadikannya sebagai penantang diplomatik yang berkembang bagi kekuatan Barat tradisional.