Pertamina EP Raih Efisiensi Rp10,7 Miliar melalui Inovasi Dobber
Pertamina EP Raih Efisiensi Rp10,7 Miliar melalui Inovasi Dobber
JAKARTA – Melalui penerapan teknologi dobber atau downhole scrubber, Pertamina EP berhasil mengurangi peluang kehilangan produksi hingga nol persen serta menghemat biaya operasional sebesar Rp10,7 miliar per tahun. Teknologi inovatif ini diterapkan di Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat.
Inovasi ini dirancang untuk menangani masalah gas bahan bakar basah, yaitu gas yang mengandung kadar uap air atau hidrokarbon cair tinggi, yang sering mengganggu kinerja Pompa Submersible Listrik (ESP). Dengan mengubah genset diesel menjadi genset gas, teknologi ini tidak hanya menstabilkan suplai listrik untuk ESP tetapi juga mengurangi emisi karbon hingga 1.001 ton CO₂e per tahun.
“Gas kering hasil pemisahan dobber sesuai dengan spesifikasi genset, sehingga operasi produksi dapat berjalan lancar tanpa gangguan,” ungkap pimpinan proyek lintas fungsi inovasi Dobber, Saifudin Zuhri, dalam pernyataannya, Rabu (4/6).
Inovasi ini memberikan solusi bagi sumur migas di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh peralatan konvensional. Melalui prinsip pemisahan bawah permukaan, dobber memanfaatkan panas alami sumur dan gradien geotermal untuk memisahkan gas dari cairan dengan efisien di dalam sumur.
Keberhasilan dobber adalah hasil kolaborasi dari tim lintas fungsi di Pertamina EP Jatibarang Field. Sejak diujicobakan pada November 2023 hingga Maret 2024, alat ini telah berhasil diterapkan di sumur JTB-068 dan siap diperluas ke wilayah kerja migas Pertamina lainnya.
Selain memberikan efisiensi biaya, dobber juga memperkuat komitmen Pertamina EP terhadap ketahanan energi nasional dan kelestarian lingkungan. “Ini merupakan bukti bahwa inovasi dapat mendorong efisiensi operasional serta mengurangi dampak lingkungan,” tambah Saifudin.
