15 Alasan Mengapa Harapan Israel untuk Keamanan Hancur karena Serangan Iran
15 Alasan Mengapa Harapan Israel untuk Keamanan Hancur karena Serangan Iran
TEL AVIV – Konflik antara Israel dan Iran telah lama berlangsung dalam bentuk perang bayangan, melibatkan kelompok proxy, serangan siber, dan operasi rahasia. Sejak revolusi 1979, Iran telah mengembangkan jaringan kelompok pejuang seperti Hizbullah, Hamas, dan Houthi yang mampu menyerang Israel dan sekutunya.
Israel merespons dengan operasi rahasia, termasuk serangan di Suriah dan fasilitas nuklir Iran. Konflik langsung muncul setelah insiden besar seperti pembunuhan pemimpin Hamas di Teheran (2024) dan Hizbullah di Beirut, yang dipandang Iran sebagai agresi terhadap wilayahnya.
Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal ke Israel, yang kemudian dibalas oleh Israel dengan serangan udara besar-besaran ke instalasi nuklir dan militer Iran pada Juni 2025.
Alasan Harapan Keamanan Israel Hancur
Serangan dari Iran secara mendadak menghancurkan harapan Israel akan keamanan di Timur Tengah. Banyak warga Israel meninggalkan wilayah tersebut karena merasa tidak lagi aman.
Berikut adalah berbagai alasan mengapa harapan terhadap keamanan Israel telah sirna:
1. Sistem Pertahanan Israel Kewalahan oleh Serangan Besar Iran
Iran melancarkan ratusan rudal balistik dan drone, lebih dari 400 proyektil dalam gelombang berturut-turut menuju pusat-pusat Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.
Sistem pertahanan multilapis (Iron Dome, David’s Sling, Arrow II/III) berhasil mencegat sekitar 90%, namun sejumlah rudal tetap lolos dan menyebabkan kerugian serta kerusakan infrastruktur.
Beberapa laporan bahkan menunjukkan bahwa kemampuan tameng rudal Israel menurun hingga hanya sekitar 10%.
Akibatnya, warga mengalami malam-malam tanpa tidur, mengenakan pakaian lengkap saat tidur, dan selalu waspada karena ratusan sirene berbunyi setiap malam.
2. Keterbatasan dan Tingginya Biaya Sistem Pertahanan
Pertahanan multilapis Israel sangat efektif, tetapi sangat mahal: biaya diperkirakan mencapai hingga USD1 miliar hanya untuk melindungi dari satu serangan besar.
Kapasitasnya juga terbatas. Dalam gelombang besar serangan, sistem dapat jebol, menimbulkan kerusakan dan merusak kepercayaan publik pada ‘benteng kebal’ Israel.
3. Kepercayaan Publik Israel Terguncang
Minggu-minggu serangan Iran telah menghancurkan narasi keamanan absolut Israel. Warga kini dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak ada tempat yang sepenuhnya aman, bahkan di kota besar seperti Tel Aviv atau Haifa.
Trauma publik meningkat, masyarakat mempertanyakan retorika negara aman dan realistis menuntut strategi baru.
Tingkat gangguan jiwa meningkat di kalangan warga Israel hingga 350% sejak serangan balasan Iran dimulai.
