Agar Cepat Terkabul, Contohlah Doa Para Nabi Ini!
Agar Cepat Terkabul, Contohlah Doa Para Nabi Ini!
Ingin doa-doa kita segera diijabah dan diterima oleh Allah SWT? Berdoalah seperti doa-doa para nabi utusan Allah SWT. Kisah-kisah doa para nabi ini dapat kita contoh dan amalkan untuk mempercepat terkabulnya doa-doa kita.
Doa merupakan senjata bagi orang beriman. Ia juga adalah jalan keselamatan bagi kaum mukmin. Doa memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Kedudukannya sebagai bentuk ibadah menunjukkan keutamaannya, bahkan doa adalah ibadah itu sendiri.
Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: “Doa adalah ibadah.” (HR: Tirmizi).
Meninggalkan doa adalah bentuk kesombongan dari beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Allah berfirman:
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, pasti akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.'” (QS Gafir : 60).
Jika seorang muslim bertanya, doa seperti apa yang dikabulkan? Mungkin banyak di antara kita akan menjawab:
“Doa di sepertiga malam terakhir, doa antara adzan dan iqamat, doa di depan Ka’bah, doa di Raudhoh, mengangkat tangan, mengonsumsi yang halal, dan seterusnya.”
Semua ini adalah hal yang penting untuk dilakukan saat berdoa. Namun, ada rahasia dalam berdoa yang mungkin banyak dari kita belum menyadarinya, padahal itulah kunci utama terkabulnya doa.
Untuk mengetahui rahasia ini, mari kita renungkan doa-doa terbaik para Nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an.
1. Doa Nabi Musa ‘Alaihissalam
Ketika sedang dalam pelarian, dikejar tentara Fir’aun yang hendak membunuhnya. Tanpa bekal, tunggangan, atau teman. Perjalanan jauh dan berat dari Mesir menuju Madyan. Rasa takut menyelimuti hatinya karena tak ada satu pun dari Bani Israil yang menolong. Ditambah lagi rasa haus dan lapar yang mendera.
Musa menunjukkan kefakirannya dalam berdoa di hadapan Allah. Dalam kesendirian berteduh di bawah pohon, terucaplah doa dari lisan beliau yang diabadikan dalam Al-Qur’an:
“Wahai Rabbku, sungguh aku sangat-sangat butuh kebaikan dan bantuan-Mu” (QS. al-Qashash: 24)
Doa tersebut segera dijawab Allah. Di Madyan, beliau mendapatkan istri yang shalihah, mertua yang shalih, keamanan, perlindungan, rizki yang baik, dan lingkungan yang lebih baik daripada Mesir.
2. Doa Nabi Ayyub ‘Alaihissalam
Beliau mengalami penyakit selama 18 tahun. Hingga ditinggalkan oleh semua kerabat, baik yang jauh maupun dekat. Dalam kesendirian, beliau hanya mengeluh dan menunjukkan kehinaan kepada Allah Ta’ala dengan ungkapan:
“…”
