Sejarah Pengembangan Kalender Jawa pada Masa Kepemimpinan Sultan Agung di Mataram
Sejarah Pengembangan Kalender Jawa pada Masa Kepemimpinan Sultan Agung di Mataram
SEMARANG – Kalender Jawa dipercaya mulai dikembangkan di era kepemimpinan Sultan Agung ketika ia memerintah di Kerajaan Mataram Islam. Pada masa Sultan Agung, Mataram berkembang menjadi kerajaan besar di Pulau Jawa, dengan wilayah kekuasaan yang meluas hingga ke bagian timur pulau ini.
Sultan Agung menggantikan Pangeran Hanyakrawati sebagai raja ketiga dari Kesultanan Mataram, dengan nama lengkap Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrokusumo. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Mataram menjadi salah satu kerajaan terbesar di Pulau Jawa.
Sultan Agung memimpin sebagai raja ketiga setelah Panembahan Senopati dan Pangeran Hanyakrowati. Pada masa pemerintahannya, kalender Jawa Islam konon mulai diterapkan. Kalender ini merupakan perpaduan antara kalender Hijriyah Islam yang digunakan masyarakat pesisir utara dan Kalender Saka yang digunakan masyarakat pedalaman, sehingga terciptalah Kalender Jawa Islam yang menyatukan rakyat Mataram, dimulai dengan bulan Suro.
Wilayah Mataram saat itu mencakup daerah pesisir dan pedalaman, yang masih memiliki pengaruh budaya Hindu-Buddha yang kuat. Di tangan Sultan Agung, Kerajaan Mataram menjadi kekuatan yang menentang kolonialisme.
