Bagaimana India dan Pakistan Mengalokasikan Anggaran Pertahanan?
ISLAMABAD
Operasi SIndoor, yang dimulai oleh militer India terhadap Pakistan, telah berubah dari serangan tunggal menjadi konflik yang terus berlangsung.
Pakistan merespons dengan meluncurkan serangan artileri dan pesawat nirawak ke puluhan kota di India.
Ada potensi eskalasi lebih lanjut dan kemungkinan terjadinya perang besar. Dalam beberapa tahun terakhir, India telah meningkatkan kemampuan pertahanannya secara signifikan melalui produksi dalam negeri dan pembelian penting seperti jet tempur Rafale.
Pakistan juga dikenal sebagai negara yang mengeluarkan anggaran besar untuk pertahanan, tetapi terdapat perbedaan mencolok dengan India, yang dipengaruhi oleh faktor sejarah, ekonomi, dan geopolitik.
Anggaran Militer
Pengeluaran militer India jauh lebih besar dibandingkan Pakistan, mencerminkan ukuran negara dan prioritas strategisnya.
Untuk tahun 2024-2025, belanja militer India, yang berada di peringkat kelima tertinggi di dunia, mengalami peningkatan sebesar 1,6%, mencapai total USD86,1 miliar.
Sementara itu, belanja militer Pakistan mencapai USD10,2 miliar, berdasarkan data dari Stockholm International Peace Research Institute.
Perbedaan anggaran ini menyoroti perbedaan skala dan ambisi, dengan India melakukan investasi besar untuk memodernisasi militernya guna memperkuat posisinya.
Namun, tren perbedaan anggaran militer antara kedua negara bukanlah hal baru. Selama bertahun-tahun, India secara konsisten mengalokasikan dana yang jauh lebih besar untuk pertahanan.
Sebaliknya, anggaran pertahanan Pakistan tetap lebih kecil, mencerminkan kendala ekonomi dan fokus strategis untuk mempertahankan kemampuan militer yang esensial.
